BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Keikhlasan menjadi prinsip tugas puluhan sukarelawan Komunitas Peduli Generasi Lampung yang beraktivitas di Rumah Singgah. Senyuman masyarakat yang terbebas dari penyakit yang diderita dan beratnya beban hidup menjadi ringan adalah bayaran terindah.
Di Rumah Singgah yang berada di Jalan Sam Ratulangi, Kedaton, Bandar Lampung itu, para sukarelawan merawat para pasien dengan berbagai jenis penyakit, baik hidrosefalus, gondok, kecelakaan, hingga tumor.
Tempat tersebut menjadi persinggahan para pasien yang menjalani rawat jalan di beberapa rumah sakit.
Salah satu sukarelawan, Verawati Elfa, mengaku tertarik menjadi bergabung setelah melihat kondisi pasien yang diunggah di media sosial komunitas tersebut. Ia merasa tergerak untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan.
"Saya sudah empat bulanan di Rumah Singgah. Saya ingin berbuat untuk membantu orang lain. Jadi lebih termotivasi untuk membantu pasien kurang mampu," kata Vera di sela merawat pasiennya, kemarin. 
Mahasiswa jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Lampung itu mengaku kegiatannya di Rumah Singgah tidak mengganggu aktivitas perkuliahannya. Bahkan, Vera mengaku mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. "Saya ke sini kalau lagi waktu luang, tetapi tetap memantau perkembangannya," ujarnya.
Sukarelawan lainnya, Dila Sinansari, juga mengaku mengetahui komunitas tersebut dari media sosial. "Pertama kali datang ke sini melihat kondisi pasien, itu yang membuat iba. Kalaupun kami tidak ada dana, yang penting bergerak dulu, urusan dananya nanti dicari," kata dia.
Koordinator Rumah Singgah, Tanti Aspria Sari, mengaku senang melakoni kerja sosial meskipun pekerjaan tersebut tidak memberi dia dan para sukarelawan lain bayaran, tetapi sebuah kepuasan batin. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR