BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Beredar kabar bahwa senjata api ajudan Kapolres Metro AKBP Umi Fadilah dirampas oleh seseorang pada Minggu dini hari (30/9/2018) di wilayah Pahoman.

Selanjutnya beredar pesan WhatsApp dengan redaksional "Yth, seluruh PJU dan Kapolsek jajaran Polres Lampung sehubungan dengan adanya kejadian perampasan senjata api ajudan Kapolres Metro di daerah Pahoman agar mengingatkan kepada anggotanya, ataupun Perwira yang menggunakan senpi dinas lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap pengamanannya serta kepada anggota lapangan agar monitor dan bantu ungkap kejadian tersebut,".



Informasi yang dihimpun Lampost.co, anggota Polres Metro berinsial RK hendak melerai perkelahian, namun malah dikeroyok.

Pemantauan Lampost.co, petugas Inafis Polresta Bandar Lampung, melakukan olah TKP di lokasi kejadian, pada Minggu (30/9/2018) sore.

Saski mata, Suhardi mengatakan kejadian berlangsung sekitar Minggu (30/9/2018) pukul 03.00 di Jalan Cendana Kelurahan Rawa Laut, Kecamatan Enggal tepatnya di depan sekolah tempat dia bekerja.

"Saya waktu itu ada di lantai III, ngelihat orang digebukin. Tadinya enggak tahu kalau itu polisi, terus saya tahunya pas jadi saksi," ujarnya di lokasi, Minggu (30/9/3018).

Dari pantauan Suhardi di gedung sekolah tersebut, terlihat sekitar 20 orang yang melakukan pengeroyokan, sekitar 5-6 menit. Para pelaku ada yang memakai motor maupun mobil. "Saya mau nolong juga takut," katanya.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono membenarkan kejadian tersebut. "Memang terjadi keributan sudah olah TKP. Insya Allah pelaku sudah diidentifikasi dan sekarang melakukan pengejaran," ujar Murbani, Minggu (30/9/2018).

Disinggung soal status anggota yang merupakan ajudan Kapolres Metro, Murbani belum memastikan hal tersebut. Namun, kemungkinan pelaku pengeroyokan lebih dari 3 orang. "Statusnya kita cek lagi, tapi dia emang anggota Polres Metro dan ributnya bukan sama anggota. Kebetulan dia di lokasi melerai, tapi pelaku banyak dan korban terluka," katanya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR