KALIANDA (Lampost.co) -- Sengketa tanah antara Wakiki dan Kepala Desa Mandah, Natar, Sutrisno, mulai terkuak. Setelah Sutrisno dimintai keterangan penyidik unit Harda, giliran mantan Kades Mandah sebelum Sutrisno yaitu Suparno, dimintai keterangan sebagai saksi, Kamis (16/8/2018).

Terungkap, tanah yang hingga kini bukti kepemilikannya ada pada Wakidi itu ternyata sempat dihibahkan karena untuk mendapatkan sejumlah uang oleh Suparno. Suparno menjadi kades di Mandah pada era tahun1980-an hingga 1990 dan dia lah penggagas surat hibah di luar sepengetahuan Wakidi.



Suparno diperiksa selama sekitar satu jam dengan pertanyaan seputar surat hibah sebagai syarat terkait pencairan dana bantuan dari dinas kesehatan tahun 1980.

Suparno mengaku, pemeriksa hanya menanyakan terkait adanya surat hibah untuk melancarkan cairnya dana dari Dinas Kesehatan. "Saya cuma di tanya seputar terbitnya surat hibah itu aja sebab waktu itu saya hanya melancarkan proses turunnya dana bantuan pada Dinas Kesehatan," ujarnya.

Darozi Chandra, kuasa hukum Wakidi mengatakan Suparno dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan terkait terbitnya surat hibah diluar sepengetahuan kliennya. "Kehadiran Suparno ke Polres sebagai saksi hanya bisa sebatas meringankan terlapor, tapi tetap saja tidak menghentikan sebuah perkara yang sudah berjalan," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR