BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemilik tanah yang juga korban penipuan dan penggelapan keberatan atas pembangunan perumahan Lamban Helau, di Jalan RA Baasyid, Kelurahan Labuhan Dalam, Bandar Lampung. Dia meminta rumah-rumah kapling segera dikosongkan dan diratakan.

Terlapor Apr, Oknum ASN Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, telah membangun perumahan tanpa ada perjanjian tertulis dari pemilik tanah (Fendi). Fendi merasa dibenturkan dengan para konsumen karena terlapor telah menjuali tanah miliknya tanpa ada perjanjian tertulis dari dirinya (Fendi), sehingga objek tanah menjadi bermasalah.



“Yang kami tahu, awalnya terlapor membayar tanah kepada Fendi senilai Rp5 miliar, namun cek kosong, malah tanahnya dijualin kepada pihak lain dan membangunnya sembarangan tanpa izin pemerintah lagi,” David Sihombing selaku kuasa hukum pemilik lahan.

Menurut David, pembangunan perumahan milik Apr adalah pembangunan yang liar, yang hanya mengeruk uang para konsumen dan berujung masalah. “Nantinya menjadi pemicu anarkis ketika masyarakat yang beli mengetahui tanahnya tidak ada peralihan dari pemilik lahan kepada CV pembangun, dan balik nama sertifikatnya pasti bermasalah,” tegas David.

Kapolsek Tanjungkarang Barat Kompol Hapran mengatakan akan memanggil kembali pelapor dan saksi-saksi lain, kemudian melakukan gelar perkara. “Setelah pemberkasan lengkap berikut barang bukti, melakukan gelar dan menangkap,” ujar kapolsek Hapran di ruangannya, Selasa (31/7/18).

Menurut Kompol Hapran, pihaknya tidak akan mentolerir siapaun yang ada di belakang kasus yang merugikan para korban pembeli tanah. “Bukti-bukti segera terkumpul dengan lengkap dan nantinya hasil gelar perkara,” ujar kompol Hapran.

Apr, saat dikonfirmasi Lampost.co (31/7/2018), terkait laporan dugaan tindak pindana penipuan dan penggelapan di Polsek Tanjungkarang Barat yang menyeret namanya,  mengatakan tidak ingin komentar, “Saya no komen dulu, “ ujar Apr. Ketika ditanya kebenaran pembangunan perumahan Lambah Helau di Jalan RA. Baasyid, dia juga tidak bersedia memberi penjelasan. “Nanti saja ada yang menguhubungi ya,” ujar Apr menutup teleponnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR