SERANGAN asma atau penyakit gangguan pernapasan bisa datang secara tiba-tiba. Apalagi saat memasuki musim hujan dan udara terasa lebih dingin. Sesak dan sulit bernapas menjadi gejala yang kerap muncul pada penderita asma.

Terapi dengan melakukan senam khusus asma disebut mampu mengurangi kemungkinan kambuhnya penyakit ini. Trainer senam asma, Dwi Retnowati mengatakan senam asma tidak hanya bisa dilakukan penderita asma, akan tetapi masyakat umum hingga penderita penyakit diabetes juga bisa menerapkannya. Sebab, senam asma dapat memperlancar otot-otot dan pernapasan.



"Asma tidak bisa disembuhkan, tetapi untuk menguranginya bisa dengan terapi senam yang membantu merelaksasi otot pernapasan sehingga dapat menghirup oksigen lebih banyak," ujar Dwi yang juga pemilik sanggar Training With Dwi (TWD) di Jalan Rasuna Said, Telukbetung, Bandar Lampung. Khusus pada gerakan senam asma, menurut Dwi, yang paling ditekankan atau dilatih adalah bagian otot dada.

Dwi menambahkan secara garis besar senam asma membantu memperbaiki pernapasan sehingga senam ini juga disarankan dilakukan orang sekat sekalipun.

Senam asma bisa dilakukan seminggu sekali dengan durasi waktu antara 45 dan 60 menit. Gerakan senam ini dimulai dari gerakan pemanasan, peregangan, gerakan inti, gerakan aerobik dengan hitungan teratur dan diakhiri dengan gerakan pendinginan. "Jadi ada tahapan yang harus dilakukan, senam asma justru gerakannya lebih berat dibanding dengan aerobik biasa," ujar Dwi.

Untuk itu, pelatih senam asma juga haruslah seorang yang profesional dan bersertifikat. Tidak bisa sembarangan atau hanya sekadar belajar autodidak.

"Ada syarat-syarat bagi orang yang akan melakukan senam asma. Yakni tidak dalam serangan asma, sesak, dan batuk, tidak dalam serangan jantung, serta tidak dalam stamina menurun, misalnya akibat flu atau kurang tidur," kata dia.

Sebab, tingkat kebugaran jasmani penderita asma tidak sama dengan orang orang yang sehat. Pada penderita asma kerap timbul serangan setelah melakukan olahraga atau aktivitas yang melelahkan. Akan tetapi, menurut Dwi, hal itu tidak menghalangi untuk melakukan senam asma.

Dengan melakukan senam secara rutin, selain meningkatkan kemampuan otot-otot pernapasan, juga akan meningkatkan kebugaran tubuh dan ketenangan diri.


Gerakan Senam

Dwi menjelaskan senam asma dimulai dari gerakan paling awal, yakni pemanasan. Gerakan tersebut untuk menyiapkan otot supaya siap mengikuti gerakan selanjutnya, sekaligus mengurangi kemungkinan cedera.

Selanjutnya adalah gerakan peregangan yang banyak langkahnya, seperti mulai dari peregangan otot leher, kepala, lengan dan bahu, hingga pinggul dan kaki. Setelah mulai merasa enak, baru memasuki gerakan inti pertama. "Pada gerakan ini otot dada mulai banyak digerakkan, selain itu juga otot pinggul," kata Dwi.

Sementara itu, pada gerakan inti kedua, gerakan lebih ditingkatkan, yakni bagian otot dada, bahu, otot perut, pantat, paha atas, paha bawah, betis, dengan intensitas yang makin naik. Setelah gerakan inti dua selesai kemudian masuk ke aerobik satu dan aerobik dua hingga pendinginan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR