BANDAR LAMPUNG--"Pak haus pak, mau minum." Suara tersebut keluar dengan nada pelan dari seorang remaja usia 12 tahun. Wajahnya lemas, tubuhnya tak banyak bergerak, hanya terbaring kaku di ranjang ruang gelatik RSUDAM.
Selang infus melilit tangannya, tubuhnya hanya diselimuti kain sarung bermotif batik berwarna cokelat, dan ketika sarung tersebut terbuka, ternyata setengah badannya dibalut perban dalam keadaan basah. Tak banyak yang bisa dilakukan bocah tersebut.
Sesekali wajahnya memelas, seakan menahan panas, sakit dan rasa gatal di sekujur tubuhnya, berteriak meminta tolong, untuk ditemani, atau dikipasi, namun nada yang keluar dari mulutnya tak mampu bersuara lantang. Sebagaian wajahnya pun mengalami luka.
Sesekali pria paruh baya menggunakan baju kaos hitam dan celana pendek, sigap saat mendapat perintah dari bocah tersebut, tangannya cermat mengambil sebuah botol minuman lengkap dengan pipet, seraya menyuapi anaknya untuk meminum air putih. Tak kala mukanya memelas, sambil mengelus rambut dan ubun-ubun bocah itu. Sesekali air mata menetes dari kelopak mata menuju pipi pria paruh baya tersebut, lalu diusapnya, begitu berulang-ulang seakan tak enak melihat orang disekitarnya mengetahui bahwa ia sedang berduka. 
Alariq Fiko Damarsyah (12), siswa kelas VII SMP Negeri 10 Kota Metro, remaja bertubuh mungil tersebut kini tak bisa lagi bermain dan belajar bersama kawan sebanyanya. Anak pasangan  Firmansyah dan Handayani, yang tinggal di Jala WR Supratman, Kelurahan Karangrejo, Metro Utara Provinsi Lampung itu dirawat kurang lebih selama 40 hari.

"Semoga lekas sembuh Fiko, jaga kesehatan ya Fiko, Tuhan Pasti bersama kamu, yang sehat ya nak," beberapa kata tesebut juga keluar dari handai taulan yang datang ke ruangan Gelatik untuk sekadar melihat dan memberikan motivasi kepada siswa yang tergabung dalam ekskul pramuka di sekolahnya.



Fiko merupakan korban luka bakar saat malam perkemahah Pramuka yang diadakan sekolahnya beberapa waktu lalu. Fiko mengalami luka bakar  ketika berada di dekat tungku perapian, saat rekannya menghidupkan api dan menyiram kayu bakar dengan minyak tanah tercampur bensin. 
Tiba-tiba malam itu naas, rekanya tak sengaja melepaskan kaleng berisi minyak tersebut dan tiba-tiba tungku perapian meledak menyambar Fiko. Alhasil Fiko mengalami luka bakar cukup serius, sekitar 60 %, seelurh badannya dan sebagian mukanya dijilat si jago merah, bahkan dirinya sempat dirawat di Rumah Sakit Ahmad Yani Kota Metro, selama 34 hari sebelum dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek.
"Fiko bakal dirujuk ke RSCM Kencana di DKI Jakarta, mudah-mudahan disana nanti bisa cepat sembuh, bisa lebih steril dan dapat pelayanan yang maksimal, hingga bisa operasi kulit nantinya," katan Firmansyah orang tua Fiko sambil tersedak, dan menitikan air mata kepada Lampost.co di ruang Gelatik, Rabu (3/1).

Tak banyak yang bisa diperbuat oleh Firmansyah, selama dirawat ia hanya mengandalkan program Kartu Indonesia Sehat (KIS), nominal puluhan hingga ratusna juta rupaih sudah terbayang di pikiran Firmansyah, namun segera ia tepis,yang terpenting anaknya cepat sembuh bisa sekolah, dan kembali ceria.
"saya kangen anak saya yang diam, tapi lincah, kalau disuruh sigap, saya harap dia cepat sembuh,"ungkapnya.
Firman pun tak berharap banyak, yang penting anaknya bisa pulih seperti sedia kala, jika ada yang membantu biaya perobatan ia sangat berterima kasih. Menurtnya pihak SMPN 10 sudah beberapa kali memberikan bantuan pundi-pundi rupiah.
"Lekas sembuh Fiko," kata seorang pria yang mengenakan kemeja kotak-kotak dan lengan panjang, sesekali memberikan senyuman kepada bocah tersebut.
Agus Rianto namanya, seroang pria dewasa yang merupakan Ketua Kwartir Pramuka Kota Metro. Kedatangannya pun tak sia-sia, berkat postingannya di sosial media, beberapa rekan pramuka dan sejawatnya yang berada di Negeri Paman Sam rela menyisihkan sebagian rezeki untuk kesembuhan Fiko. Amplop berisi rupiah pun diterima ayah Fiko.
"Saya harap fiko bisa sembuh, kawan-kawan pramuka sudah gerak, dan ini temen di US liat postingan saya langsung krim duit ke Western Union, yang penting semoga di rujuk di RSCM nanti bisa cepat sehat," katanya di RSUDAM. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR