BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Pakar gizi Indonesia, dr Tan Shot Yen, blak-blakan membongkar rahasia sehat pada makanan.
Pemaparan dr Tan membuat peserta membelalakan mata pada seminar kesehatan yang merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-2 Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Lampung pada Minggu (26/11/2017).
Menurut Tan, gizi seimbang tidak perlu jauh-jauh dibeli dari luar negeri yang menawarkan harga fantastis. "Di negara kita ini banyak, bahan baku untuk memenuhi gizi seimbang. Murah lagi mudah didapat," kata Tan Shot Yen.
Dia juga menjelaskan pola makan orang Indonesia masih banyak komposisi karbohidratnya daripada protein. "Kita masih terbiasa dengan pola makan yang memenuhi kebutuhan fisik bukan pemenuhan pada otak," ujarnya lagi.
Dalam kesempatan itu dia membandingkan piramida gizi seimbang Indonesia dengan negara maju seperti Amerika, Australia dan lainnya. Terpapar dalam gambar bahwa komposisi negara maju meletakkan protein pada bagian dasar pemenuhan gizi manusia.
Sedangkan Indonesia meletakkan karbohidrat sebagai dasar menu pemenuhan gizi seimbang.
"Idealnya, setiap individu terpenuhi kebutuhan sayur dan buahnya minimal setengah kilogram per hari," jelasnya.
Tak lupa Tan juga memberi tips untuk menu pemenuhan gizi seimbang pada keluarga untuk ibu sibuk.
Pertama, pastikan dalam setiap menu makanan keluarga mengandung 4 bintang yakni protein hewani dan protein nabati, karbohidrat, sayur, dan buah.
Kedua, menu harian harus dibuatkan perencanaan selam sepekan. Kemudian menyiapkan dan membubuhi bumbu pada lauk yang belum dimasak.
Ketiga, letakkan makanan yang belum dimasak ke dalam wadah yang kedap udara. Masukkan dalam freezer lalu turunkan satu per satu sesuai dengan rencana menu yang telah dibuat.
"Pastikan menu yang akan disajikan pada keluarga mendekati pada aslinya untuk menjaga nutrisi pada makanan yang kita konsumsi. Tidak ada penambahan penyedap rasa atau pewarna tambahan," tuturnya.
Perkembangan teknologi untuk memudahkan, tetapi tidak melenakan ibu untuk malas mengolah masakan.

Jaga Generasi Indonesia Sehat, Kuat, dan Berdaya Saing

Sementara itu, dr Wiyani Pambudi menekankan proses menyusui eksklusif secara langsung.
"Menyusui tidak sekadar memberikan nutrisi pada anak, tetapi ada proses menurunan sifat kepada anak sekaligus mendekatkan hubungan lewat kontak kulit ibu dan anak," ujarnya. Hal yang terpenting dalam menularkan banyak ibu di Indonesia agar sukses menyusui adalah jangan suka instagramable.
Memamerkan hasil stok ASI di kulkas lewat medsos. "Ini bisa menurunkan motivasi ibu lainnya yang belum berhasil menyusui anaknya. Simpan sajalah keberhasilan itu tidak perlu dipamerkan," tutupnya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR