LIWA (Lampost.co) -- Dalam rangka meningkatan pemahaman tentang pentingnya kelestarian sumber air dalam mrngantisipasi kebutuhan lahan, Dinas Perkebunan Lampung Barat melaksanakan Sekolah Lapang Pengelolaan Lahan dan Air (SLPLA) bagi kelompok tani kopi di wilayah itu.

Plt Kadis Perkebunan dan Peternakan Lambar Agustanto Basmar, Jumat (26/4/2019), mengatakan SLPLA itu dilaksanakan karena aktivitas petani terhadap lahan dan air tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling berkaitan sehingga pengelolaanya perlu dilakukan dengan bijak.



Kegiatan sekolah lapang pengelolaan lahan dan air ini dilaksanakan untuk 9 kelompok tani kopi, yang kegiatanya dipusatkan di 9 lokasi. Sesuai jadwal, pelaksanaanya telah dimulai sejak 4 April lalu dan akan berakhir paling cepat 4 Mei mendatang.

Kegiatan SLPLA ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut untuk masing-masing kelompok dengan pematerinya adalah fasilitator daerah. Ke-9 kelompok yang mengikuti SLPLA itu adalah kelompok tani Madu Karya Pekon Manggarai dan kelompok tani Karya Bakti Pekon Sukajadi (Airhitam).

Kemudian kelompok tani Seangkonan Pekon Tigajaya dan Kelurahan Sekincau (Sekincau). Kelompok tani Lowo Pandan Arum Pekon Tuguratu dan kelompok tani Manunggal Jaya (Suoh). Serta kelompok tani Mulyo Joyo Pekon Gedungsurian (Gedungsurian).

Kegiatan SLPlA ini, lanjut Agus untuk memberikan pemahaman kepada para petani tentang pentingnya menjaga lahan dan sumber air yang dimiliki. Sebab aktifitas petani terhadap lahan yang digunakan tidak akan terlepas dengan kebutuhan air. "Ada aktivitas petani pasti ada lahan dan ada lahan pasti butuh air," kata Agus.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR