BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Tidak kenal lelah tergores jelas dari guratan wajah perempuan tua tengah meracik soto ayam pesanan pelanggannya di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.
Ia merupakan perempuan pekerja keras. Panas yang terik menyengat kulit pada Jumat (4/11/2017) siang bukanlah rintangan bagi Ibu Mulyani yang sudah berjualan soto sejak 1989 silam.
Berjualan soto di ruas jalan pesisir Kalianda, Rajabasa, tepatnya Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, yang mulai ia lakoni bersama suaminya sejak 28 tahun lalu menjadi tumpuan hidup memenuhi kebutuhan keenam anak-anaknya.
Selain soto, perempuan paruh baya tersebut juga menyiapkan es cendol. Deretan stoples kaca berisi air warna-warni terlihat berada di dalam almari kaca sederhana.
“Sejak bapak meninggal lima tahun lalu, pekerjaan yang saya jalani bersama-sama sejak 28 tahun lalu itu sekarang dibantu anak perempuan saya yang paling bontot,” kata Mulyani saat ditemui sedang meracik bumbu soto pesanan pelanggannya.
Semangat juang mencari nafkah di warung pecel itu bukan hanya milik Mulyani. Seorang bocah umur 3 tahun tampak cekatan menarik gelas dan piring di meja pelanggan yang telah selesai menyantap nasi soto buatan janda tua tersebut.
“Hanya si bontot dan cucu yang menemani saya berjualan setiap hari. Walau sudah menikah, Neneng sama suaminya tinggal bersama saya. Sejak bapak meninggal, rumah sepi kalo enggak ada cucu,” kata perempuan 60 tahun ini.
Walau anak bungsunya sudah menikah, rasa tanggung jawabnya sebagai seorang ibu membuatnya rela banting tulang dan bekerja keras agar anaknya yang hidup bersamanya bisa lebih mapan.
“Sementara kelima anak saya lainnya, ada yang kerja keluar negeri sebagai TKW, ada yang kerja di Tangerang dan Jakarta. Semuanya juga sudah menikah,” ujar Mulyani. 

 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR