BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Sebanyak 17 tersangka kasus pendidikan dasar (diksar) maut UKM Cakrawala kompak akan meminta penangguhan penahanan. Semua tersangka adalah panitia diksar dan tercatat sebagai mahasiswa Universitas Lampung (Unila).

Satu tersangka atas nama Bintang akan menggunakan kuasa hukum sendiri. Sementara 16 tersangka lainnya akan diwakili kuasa hukum yang sama atas permintaan alumni.



"Kemarin saya mendampingi sebagai saksi," kata Yudi Kusnadi, kuasa hukum 16 tersangka anggota diksar, Rabu, 9 Oktober 2019.

Yudi memastikan, permintaan penangguhan penahanan tinggal menunggu restu kolektif dari orang tua tersangka. Saat ini persetujuan permintaan penangguhan penahanan baru disepakati orang tua mahasiswa yang tinggal di Lampung.

"Masih menunggu keluarga mahasiswa yang dari luar kota, seperti Jakarta, dan Cianjur (Jawa Barat)," terang Yudi.

Baca juga:

Satu Tersangka Diksar Maut Unila Minta Penangguhan Penahanan

Menurut Yudi, selain penangguhan penahanan, juga akan ditempuh upaya perdamaian dengan keluarga korban. Namun, tambah Yudi, upaya tersebut tak serta merta menghilangkan perbuatan hukum.

Diksar UKM Cakrawala berlangsung dua pekan lalu. Diksar diduga kuat berlangsung keras, sehingga menewaskan salah satu peserta, Aga Trias Tahta, 19. Jasad Aga diketahui penuh luka lebam.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR