BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Narto Bin Sukiman (45) warga Desa Rejomulyo RT 02, RW 01, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan penjara serta denda Rp50 juta.

Perbuatan terdakwa, kata Hakim Ketua Syamsudin, secara sah melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perbuatan Tindak Pidana Korupsi.



"Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Narto dengan pidana penjara selama satu tahun dan tujuh bulan penjara, serta denda Rp50 juta subsider satu bulan," kata Hakim Syamsudin.

Perbuatan terdakwa, kata Hakim, telah merugikan keuangan negara dalam pengelolan Dana Desa Rejomulyo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji pada 2016 sebesar Rp121 juta, hal ini dituangkan dalam hasil pemeriksaan BPK RI. Meski demikian terdakwa secara keseluruhan telah menitipkan uang kerugian negara kepada Jaksa Penuntut Umum.

Dalam dakwaan, Jaksa menyebutkan pada 2016 Desa Rejomulyo memiliki anggaran pendapatan dan belanja desa perubahan sebesar Rp1,2 milar, yang didalam anggaran tersebut terdapat Rp606 juta bersumber dari DD. Bahwa selanjutnya dalam pengelolaan penggunaan anggaran dana desa Rejomulyo 2016 senilai Rp606 juta terdapat penyimpangan dan penyalahgunaan  yang dilakukan oleh terdakwa.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR