LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 18 July
7610
LAMPUNG POST | Seleksi Panwas Jadi Sorotan
Tim seleksi melakukan tes wawancara terhadap salah satu calon anggota Panitia Pengawas Pemilu 15 kabupaten/kota yang lulus tes tertulis di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung, Senin (17/7/2017). Dok. LAMPUNG POST

Seleksi Panwas Jadi Sorotan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Seleksi calon anggota panitia pengawas pemilu (Panwaslu) untuk 15 kabupaten/kota se-Lampung menjadi sorotan. Tim seleksi sendiri harus benar-benar bekerja untuk mencari sosok petugas pengawas yang memiliki integritas, kapasitas, dan moralitas.
Sekretaris Tim Seleksi Panwas Wilayah 1, Toni Wijaya mengatakan soal data kependudukan yang ganda dan performa incumben / petahanan Panwas menjadi sorotan. Ia mengatakan pihaknya memiliki catatan-catatan untuk melakukan penilaian terhadap calon anggota panwas.
"Ada catatan khusus untuk incumbent, kita gali kinerjanya seperti apa. Kemudian soal domisili calon, kita akan kroscek kebenaranya. Kemarin kita turun ke Pesawaran, Lampung Barat, Pesisir Barat, Metro, dan Bandar Lampung untuk meng-cross check tanggapan masyarakat," katanya di sela tes wanwancara di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung, Senin (17/7/2017).
Anggota Tim Seleksi Panwas Wilayah 1, Darmawan Purba mengatakan pihaknya bekerja secara profesional dan bisa dipertanggungjawabkan. Maka dari itu pihaknya akan tetap menjaga integritas.
"Insya Allah, timsel inikan hanya sementara. Kami tentulah menjaga integritas," kata akademisi ilmu pemerintahan FISIP Unila ini.
Disinggung mengenai adanya kedekatan dirinya dengan salah satu calon panwas, ia menegaskan semuanya tentu ada dasarnya yakni sesuai dengan nilai tesnya, kompetensi akademik dan hasil wawancara.
"Kalau masalah Yanhu semuanya tentu ada dasarnya. Sampai hari ini belum ada keputusan timsel. Semua peserta sama peluangnya," kata pengamat politik ini.
Sementara itu, Sekretaris Tim Seleksi Panwas Wilayah 2, Dedy Hermawan mengatakan bahwa selama uji publik yang paling banyak masukan yakni dari Kabupaten Mesuji. Pihaknya menerima masukan yang ada. Kemudian pihaknya mengecek kebenarannya di lapangan dan diklarifikasi kepada peserta.
"Masukan kita terima semuanya. Kemudian kita cek kebenarannya di lapangan dan diklarifikasi kepada peserta. Jika informasi itu benar, maka menjadi bahan penilaian timsel," kata pengamat kebijakan publik dan politik.
Kemudian disinggung mengenai adanya kedekatan antara tim seleksi dengan peserta tes calon anggota Panwas, ia menegaskan akan bersikap profesional dan objektif dalam melakukan penilaian kepada setiap peserta.
"Isu aja, kalau kenal hampir semua peserta dan tim seleksi saling kenal, tapi tim seleksi tetap objektif," kata akademisi Ilmu Administarasi Negara FISIP Unila ini.
Kemudian ia juga mengatakan Kabupaten Mesuji paling banyak aduan dari masyarakat mengenai seluruh calon anggota panwasnya. Aduan masyarakat tersebut seperti adanya indikasi keterlibatan calon panwas yang berpolitik dan sebagainya.
"Iya Mesuji ini banyak laporan dari masyarakat untuk semua calon anggota panwas. Seperti ada indikasi hubungan dengan parpol, indikasi karena ada kedekatan dengan tim sukses salah satu calon, ada laporan ijazah palsu dan ada yang ngerangkap jabatan sebagai pendamping desa atau PNPM," katanya.
Sementara itu, bakal calon anggota Panwas Kota Bandar Lampung Petahana, Adek Arsyari meminta tim seleksi bekerja secara profesional, transparan, dan independen. Ia mengatakan jangan sampai seleksi Panwas ditunggangi titipan pihak-pihak yang berkepentingan.
"Ya kita minta seleksinya profesional. Yang lolos seleksi harus benar benar orang yang memiliki kemampuan dan integritas di bidang pengawasan," katanya.

LAMPUNG POST
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv