BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Para seniman mural yang melukis underpass Unila, dianiaya dan dikeroyok sejumlah orang, pada Minggu dini hari 15 September 2019.

Akibat peristiwa tersebut, salah satu seniman Andre mengalami luka di bagian kepala dan pelipis. Bahkan, alat, dan sepeda motor mereka pun dirusak.



Polsek Kedaton mengamankan Tri Julianta (27), salah satu pelaku. Akibatnya para seniman mural pun untuk sementara menghentikan pengerjaan lukisan di underpass Unila.

Mulai Minggu 15 September pagi, jalur underpass dari Rajabasa menuju Tanjungkarang, dibuka kembali.

Ternyata para seniman Mural, akan kembali melukis underpass Unila, pada Selasa 17 September 2019.

Para pelukis telah melakukan pertemuan dengan Sekkot Badri Tamam, Lurah dan camat setempat, serta tokoh ada Rajabasa, di lokasi Underpass Unila.

"Besok mulai lagi, jam 8," kata Kiki selaku ketua seniman Mural, yang juga ikut melukis underpass, Senin 16 September 2019.

Para pihak sepakat, agar para pelukis mendapatkan keamanan dalam menuangkan ide dan coretan kuasnya ke tembok Underpass Unila.

"Siang dan malam gabung pengaman didampingin dari polri, pol pp, tokoh pemuda rajabasa beserta pamongnya, bakal menjaga," katanya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR