KALIANDA (Lampost.co)--Kekeringan mulai mengancam tanaman padi petani di sejumlah desa di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Tanaman usia 1 sampai dua bulan mulai menunjukan kekurangan air. Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan tanaman mereka, diantaranya dengan menyewa mesin pompa air yang diambil dari aliran sungai atau embung.

Malam itu, Selasa (22/8), dinginnya air embung yang mengigit kulit hitam Yono (38) bersama Rohadi (60) dan Rohyanto (50) tak menyurutkan semangat ketiganya untyk menyelamatkan tanaman padi seluas 3 hektare yang sudah berusia sekitar 1,5 sampai 2 bulan tersebut.



“Sudah tiga hari tiga malam ini kami begadang untuk menolong tanaman padi kami. Dana untuk membeli bahan bakar mesin pompa air sudah habis Rp1,7juta per orang untuk mengaliri lahan seluas satu hektare.  Sedangkan biaya sewa mesin pompa air ini Rp 100 ribu per hari,” kata Yono yang sembari membakar ikan hasil dari embun yang dikeringkan bersama dua petani lainya ruas jalan raya simpang Gayam-simpang Ketapang ruas desa Bangunrejo kecamtan Ketapang.

Mereka mengaku pasrah jika upaya ini tidak berhasil. “Pekerjaan yang kami lakukan bersama sama ini lantaran sawah kami berdekatan.  Harapan kami jika sampai masa panen belum juga turun hujan, air yang kami sedot untuk membahasi sawah bisa membuahkan hasil walau hanya 40 persen saja.

“Kami berharap upaya ini masih bisa menolong tanaman hingga Panen, walau hasilnya anjlok hingga 60 sampai 70 persen,” tukas Yono.

Untuk menyedot air embung dan mengalirkannya ke sawah, butuh waktu cukup lama. “Kami harus begadang hingga pagi hari, kalau tidak ingin terulang kejadian musim gadu lalu. Saat ditinggal salat Isya mesin hilang digotong maling. Kalau sawah yang jauh dari sungai atau enbung.  Mereka hanya pasrah, “ ujar Rohyanto.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR