LAMPUNG kini memiliki pemimpin baru. Tepat hari ini, 12 Juni 2019, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Banyak harapan baru masyarakat Lampung kepada pasangan kepala daerah ini. Lima tahun bisa menjadi waktu yang singkat. Namun, bisa juga menjadi masa yang panjang jika visi-misi pasangan kepala daerah ini dijabarkan dalam pembangunan nyata.



Tentu tidak berlebihan jika banyak harapan diletakkan di pundak Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim. Aspirasi tersebut berpadu dengan pemikiran dan pengalaman Arinal selama 31 tahun mengabdi sebagai pegawai negeri sipil serta pengalaman Chusnunia Chalim alias Nunik sebagai anggota DPR dan Bupati Lampung Timur.

Lampung berada pada posisi yang sangat strategis, yaitu di titik tengah antara Sumatera dan Jawa. Selain itu, bersentuhan langsung dengan Selat Sunda yang berfungsi sebagai alur laut kepulauan Indonesia (ALKI). Posisi strategis itu jelas menjadi kekuatan Lampung dalam mereposisi orientasi pasar karena peluang akses tidak hanya masuk ke pasar di Pulau Jawa, tetapi juga pasar di Sumatera bahkan pasar global. Potensi ini sangat menantang untuk dikembangkan karena makin lengkapnya dukungan konektivitas berupa jalan tol trans-Sumatera, jalan trans-Sumatera, bandara internasional, dan pelabuhan laut.

Potensi kemajuan provinsi ini juga bisa terlihat dari APBD Provinsi Lampung yang pada beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada 2015, APBD Lampung mencapai Rp4,695 triliun dan meningkat pada 2016 menjadi Rp5,353 triliun. Pada 2017 meningkat lagi menjadi Rp6,802 triliun dan pada 2018 kembali naik ke level Rp7,7 triliun.

Kenaikan APBD merupakan indikator meningkatnya denyut pembangunan daerah. Namun, faktanya peningkatan pendapatan tersebut tidak diikuti dengan alokasi belanja yang efektif untuk menyelesaikan persoalan mendasar. Sektor yang perlu diperhatikan seperti buruknya infrastruktur serta pembangunan pertanian dan perdesaan yang belum menunjukkan hasil dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Berikutnya, indeks pembangunan manusia yang masih rendah serta belum adanya upaya serius dalam pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup.

Berdasarkan persoalan-persoalan tersebut, dalam visi-misinya pasangan kepala daerah terpilih ini menyatakan harus dilakukan perubahan mendasar pembangunan Lampung. Perubahan mendasar itu meliputi pembenahan birokrasi dan peningkatan sinergi pembangunan antardaerah. Juga pembangunan yang lebih berfokus pada potensi masyarakat lokal dalam rangka mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih sejahtera dan berjaya.

Mewujudkan Lampung yang berjaya menjadi fokus prioritas pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terpilih Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim di periode kepemimpinannya pada 2019—2024. Tentu semua komponen masyarakat Lampung mesti mendukung pasangan kepala daerah terpilih ini agar hasilnya bisa dirasakan bersama.

Semua berharap Lampung akan lebih baik di masa mendatang yang dicirikan dari kondisi masyarakat yang aman, berbudaya, maju, dan sejahtera. Selamat bertugas Arinal-Nunik... n

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR