KOTABUMI (Lampost.co)--Selama tiga bulan terakhir, Juli hingga September 2017, harga komoditas ekspor di Kabupaten Lampung Utara, yakni lada hitam, biji kopi serta kakao mengalami penurunan. Sementara harga karet slab stabil dan kelapa sawit cenderung mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Dinas Perdagangan, Kabupaten Lampung Utara, Wanhendri, di ruang kerjanya, Senin (23/10/2017), mengatakan pada Juli harga lada hitam berada kisaran Rp46.000/kilo, Agustus harga naik Rp51.000/kg dan September turun menjadi Rp45.000/kg. Pada pertengahan Oktober minggu ke dua, harga lada hitam kembali turun menjadi Rp40.000/kg.



"Persentase penurunan harga lada hitam dalam tiga bulan terakhir, sampai Oktober minggu ke dua sekitar 13 persen," ujarnya.

Untuk biji kopi, pada Juli tercatat Rp23.000/kg, Agustus tetap Rp23.000/kg, September turun menjadi Rp21.000/kg dan pada Oktober minggu ke dua harga masih sama Rp21.000/kg.
Komoditas cokelat atau kakao, pada Juli Rp20.000/kg, Agustus tetap Rp20.000/kg, September turun Rp 19.000/kg sampai Oktober minggu kedua tercatat harganya masih sama Rp19.000/kg. 

"Penurunan harga kopi sekitar 8,6 persen, sedangkan kakao berkisar 5 persen," kata Wanhendri.

Sementara, harga karet slab dari Juli hingga Oktober masih Rp7.000/kg sedangkan kelapa sawit cenderung naik dari Rp1.305/kg, Agustus naik Rp1.423/kg, September kembali naik menjadi Rp1.580 dan pada Oktober minggu ke dua tercatat Rp1.630/kg.

"Kenaikan kisaran harga kelapa sawit selama tiga bulan terakhir sampai Oktober minggu ke dua berkisar 24,9 persen sedangkan harga karet slab masih tetap," kata Wanhendri.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR