BANDAR LAMPUN (lampost.co) -- Pencairan tunjangan kinerja (tukin) yang kembali macet bukan hanya dirasakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandar Lampung. Keluhan juga dirasakan para ketua RT karena insentif Juli—Desember 2017 belum dicairkan.
“Iya, dana insentif belum kami terima, terakhir cair pada Oktober untuk pembayaran April, Mei, dan Juni,” kata seorang ketua RT yang tidak mau disebutkan namanya ditemui, Selasa (5/12/2017).
RT di Kecamatan Langkapura ini mengungkapkan dalam sebulan ia menerima dana insentif Rp1 juta. “Kapan kami akan dapat insentif lagi karena ini sudah mau pergantian tahun ke 2018,” kata dia.
Ketua Komisi II DPRD Bandar Lampung Poltak Aritonang berharap Pemkot segera mencairkan tukin PNS dan insentif RT yang macet tersebut. Pihaknya berharap dalam waktu yang kurang dari satu bulan ini sektor pendapatan dapat digenjot sehingga tukin dan insentif dapat terbayar.
“Pendapatan kan masih kurang, harapannya semua elemen yang bergerak di sektor pemungutan pajak mengoptimalkan sisa waktu ini. Supaya bisa menutup semua kekurangan,” kata dia dihubungi, kemarin.
Pihaknya setelah reses berjanji akan menginventarisasi sumber pendapatan yang masih lemah agar pencairan tukin dan insentif RT dapat dipenuhi. “Nanti setelah reses kami inventarisasi sumber pendapatan yang masih lemah di mana. Dengan waktu yang terbatas ini, supaya tukin pegawai dan insentif RT bisa cair,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bandar Lampung Trisno Andreas pernah mengatakan jika belum dicairkannya tukin dikarenakan belum ada perintah pencairan ataupun instruksi dari Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. “Ya, memang belum dibayarkan, tapi sudah dianggarkan. Kalau tukin kan bonus saja, yang penting itu pegawainya digaji,” ujar Trisno, beberapa waktu lalu. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR