BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Lebih dari lima kali nama instasi pemerintah Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kejaksaan Negeri Tulangbawang disebut dalam sidang kesaksian terdakwa Wawan Suhendra dalam sidang fee proyek atas nama dua terdakwa bupati nonaktif Kabupaten Mesuji Khamami dan adik kandungnya Taufik Hidayat, Kamis (18/7/2019).

Jaksa Penuntut Umum KPK memeriksa satu dari tiga terdakwa dalam sidang fee proyek Mesuji, dalam keterangan saksi menyebutkan pernah memberikan uang kepada pihak Kejaksaan Tulangbawang, bahkan Wawan Suhendra menyebutkan pernah berkunjung ke rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung atas perintah Bupati Khamami.



Jaksa menanyakan, pada saat berkunjung ke rumah dinas Kajati Lampung apakah saksi sudah memegang uang dari Silpan Rp200 juta. Saksi Wawan pun membenarkan hal itu. Namun dia tidak tahu apa tujuan Bupati menyuruh Kadis PUPR bersama dia untuk bersilaturahmi dengan Kajati Lampung.

"Saya tidak tahu apa tujuannya. Saya hanya diam di luar. Yang mengahadap Kejati Pak Kadis. Selanjutnya kami menemui Bupati di hotel," katanya.

Jaksa kembali menanyakan siapa rekanan yang mengerjakan dari Kejati, saksi Wawan menjawab jika Rizon (tim sukses Khamami) yang mengerjakan untuk paket proyek instasi Kejati dan Kejari.

"Bukan instasi itu sendiri yang mengerjakan. Jangan-jangan Kadis hanya mencatut nama instansi," kata Jaksa KPK, 

"Tidak pak, tidak mencatut nama karena jelas namanya di dalam ploting ada," kata Wawan.

KPK mempertegas pertanyaannya, jika yang mengerjakan paket proyek Polda adalah Kardinal, berarti untuk Kejati Rizon (tim sukses Khamami), saksi pun membenarkan. Bahkan saksi menyebut pernah mengantar uang kepada Rafli di Kejaksaan Tulangbawang.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR