BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Selain Zainudin Hasan, KPK menetapkan tiga tersangka lainnya terkait operasi tangkap tangan (OTT) soal fee proyek yang ada di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Ketiga tersangka lainnya Agus Bakti Nugroho, anggota DPRD Provinsi Lampung, Anjar Asmara Kadis PU Lampung Selatan, dan Gilang Ramadhan, pengusaha sekaligus caleg DPRD Provinsi Lampung dari PAN.
"Dari 13 orang yang diperiksa empat kita naikan statusnya sebagai tersangka yakni, ZH, ABN dan AA selaku penerima, dan GR pemberi," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2019) yang disiarkan via live Instagram.
Basaria memaparkan proses pidana tersebut dilakukan pada Selasa (24/7/2018) kemudian KPK melakukan OTT di sebuah Hotel di Bandar Lampung sekitar pukul 20.00 dan diamanakan sekitar 6 orang, beberapa diantaranya ABN, Anjar Asmara, dan Gilang Ramadhan.



"Dari tangan ABN didapatkan barang bukti berupa, uang Rp200 juta terkait fee proyek dalam tas kain berwarna merah," katanya.
Kemudian Beberapa orang dibawa ke Mapolda Lampung, sedangkan Anjar dibawa KPK ke kediamannya di Lampung Selatan, dan ditemukan uang di dalam lemari Rp399 juta. "Uang fee proyek yang lain juga, kemudian di bawa ke Polda Lampung," katanya. 
Selanjutnya,  Bupati Diamankan di kediamannya di Lampung Selatan, pada Kamis malam (23/7/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. "Kemudian semua dibawa Ke Polda," katanya.
Selanjutnya dari 13 orang yang diamankan di Mapolda Lampung, 5 orang dibawa ke KPK yakni, Zainudin Hasan Bupati Lampung Selatan, Agus Bakti Nugroho Anggota DPRD Provinsi Lampung, Anjar Asmara Kadis PU Lampung Selatan, dan Gilang Ramadhan, pengusaha sekaligus caleg DPRD Provinsi Lampung dari PAN, dan Kadisdik Lamsel Thomas Americo.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR