LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 6 July
9477

Tags

LAMPUNG POST | Sekolah Tameng Radikalisme
Tolak radikalisme. seword.com

Sekolah Tameng Radikalisme

PAHAM radikal kian menjamur di bumi pertiwi dan menyasar kaum muda yang pemahaman agama dan keimanannya masih rapuh dan dangkal. Bahkan, sekolah menjadi media persemaian pelaku teror.
Survei Setara Institute for Democracy and Peace (SIDP) pada siswa SMA negeri di Jakarta dan Bandung pada tahun 2015 menunjukkan sekitar 8,5% siswa setuju dasar negara diganti dengan agama dan 9,8% siswa mendukung gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Begitupun halnya dengan survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) pada Desember 2015. Riset SRMC mendapati 4% warga usia 22—25 tahun dan 5% warga yang masih sekolah atau kuliah mengenal dan setuju dengan gerakan ISIS.
Penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan hasil serupa. Pelaku teror di Indonesia paling banyak berusia 21—30 tahun (47%). Pelajar SMA yang menjadi teroris mencapai angka 63% dan mahasiswa dengan 16%.
Karena itu, kita menyambut baik langkah Dewan Pendidikan Provinsi Lampung bersama Kepolisian Daerah Lampung menyosialisasikan tentang bahaya radikalisme secara serentak di seluruh SMA dan SMK se-Provinsi Lampung pada masa orientasi sekolah (MOS).
Tumbuhnya bibit radikalisme di sekolah tidak boleh dibiarkan. Upaya keras harus dilakukan seluruh elemen bangsa dengan bekerja sama untuk berusaha menangkal paham-paham radikal merasuki dan merusak generasi Indonesia.
Kuncinya, seluruh elemen bangsa mulai dari lingkungan keluarga, orang tua, masyarakat, guru, dosen, pejabat pemerintah, hingga pihak swasta harus memiliki kepedulian untuk saling mengingatkan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sekolah harus menjadi benteng terdepan penangkal radikalisme yang merasuki generasi muda, bukan malah menumbuhkan bibit-bibit radikalisme. Karena itu, harus ada program di sekolah yang memberi muatan positif guna menangkal aliran radikal.
Ada beberapa faktor penyebab kaum muda menjadi teroris, di antaranya mereka tengah berproses mencari jati diri, mereka membutuhkan rasa kebersamaan, dan mereka memiliki hasrat memperbaiki apa yang menurut mereka tidak adil atau benar.
Namun, kelompok teroris dengan lihai memanfaatkan emosi labil remaja dengan memengaruhi semangat perubahan yang mereka miliki dengan ideologi dan paham yang salah. Tugas guru, sekolah, dan segenap elemen bangsa melindungi pemuda dari jalan sesat terorisme. n

LAMPUNG POST
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv