BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Terhitung sejak 2015 hingga 2019, sebanyak 1.439 warga Bandar Lampung, Lampung, positif terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mereka yang terpapar HIV ada pada rentang usia 25 - 49 tahun.

Data di atas diketahui setalah selama empat tahun Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung melakukan tes HIV (VCT) terhadap 42.644 warga. Pada 2015, diketahui 272 warga Bandar Lampung terinfeksi HIV. Tahun berikutnya terdata 240 orang. Pada 2017, sebanyak 188 warga dipastikan positif HIV. Pada 2018 ada 246 orang.



"Tahun ini tercatat 76 orang terinfeksi HIV," kata Dewi Kartika, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, dalam pelatihan bersama Indonesia AIDS Coalition (IAC), Jurnalis dan Aktivis di Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu, 7 Agustus 2019.

Dewi prihatin dan mengajak masyarakat tidak sungkan untuk tes VCT (HIV). Apalagi, tes gratis. Semakin cepat individu mengetahui apakah dia terinfeksi HIV atau tidak, semakin kecil pula peluang persebaran virus ini.

"Semua puskesmas siap melayani tes dan menangani ODHA. Gratis, dengan syarat orang tersebut membawa kartu tanda penduduk dan Kartu Keluarga Bandar Lampung," terang Dewi.

Pasilitator media nasional IAC, Zaki Yamani, mengatakan, indikator bahwa pemerintah peduli tehadap penanganan HIV dan ODHA adalah makin banyak masyarakat yang datang ke puskesmas untuk tes VCT. "Peningkatan data yang terinfeksi HIV di suatu kota bukan berarti kasus HIV di kota itu meningkat, melainkan sudah banyak warga peduli dan sadar terhadap kesehatan," kata Zaki.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR