KERAP sebuah kecelakaan lalu lintas diakibatkan oleh sebuah lampu sein. Ya, tanda isyarat lampu yang sudah terpasang dan menjadi salah satu kelengkapan wajib yang harus dimiliki oleh semua kendaraan ini bukannya mengurangi risiko kecelakaan, karena memang fungsinya sebagai indikator kendaraan ketika berbelok, malah sebaliknya lampu sein menjadi penyebab sebuah kecelakaan berlalu lintas.

Sebagai pengendara sepeda motor aktif di jalan raya, saya pun sudah beberapa kali mengalami kecelakaan gara-gara lampu sein, mulai dari sein dadakan hingga lampu sein arah kiri si pengendara berbelok ke kanan.



Baru-baru ini, adik-beradik warga Dusun Tanjungsari, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Negeripandan, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, pada 29 Januari lalu.

Penyebabnya, akibat sebuah truk berbelok mendadak, sehingga tabrakan pun tak terelakan lagi. Keduanya pun harus meregang nyawa akibat luka parah yang diderita. Sementara sopir truk melarikan diri walau akhirnya tertangkap juga oleh petugas kepolisian.

Memang bikin geleng kepala kalau kita berkendara di jalan raya. Terlebih, bagi pengendara mobil yang menyalakan sein mendadak langsung berbelok. Padahal, dalam berlalu lintas di jalan raya jika ingin berbelok arah minimal pengendara sudah menyalakan lampu sein sejak 100 meter. Nah, siapa nih yang sering melakukan hal tersebut? Ayo mengaku!

Dalam hati hanya bergumam, di jalan raya kalau saya amati memang pengendara mobil paling banyak menghidupkan lampu sein dan langsung berbelok. Apakah mereka tidak sadar kalau kendaraan yang dibawanya itu besar sehingga jika berbelok di jalan badan kendaraan otomatis memenuhi badan jalan.

Apa memang mereka-mereka itu pengendara yang tidak lulus uji surat izin mengemudi (SIM) ya? Dalam hati saya berpikir seperti itu karena menjadi pengendara tidak tahu situasi dan kondisi dengan memikirkan keselamatan pengendara lain.

Kemudian, bila mobil mereka ditabrak oleh pengendara lain, mereka menyalahkan pengendara lain dan bersikukuh bahwa lampu sein sudah dinyalakan. Duh, memang jarak 2—3 meter jika pengendara lain melaju dengan kecepatan sedang atau tinggi bisa mengelak?

Sebagai pengendara yang baik, tertib berlalu lintas itu memang wajib di jalan raya. Kita harus mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya. Jangan lupa, kita juga harus memperhatikan keselamatan pengendara lain baik di belakang.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR