MENJALANKAN puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah yang bukan hanya memberikan manfaat bagi jiwa dan hati kita, melainkan juga mampu memberikan segudang manfaat kesehatan bagi tubuh.

Hal ini sudah dibuktikan dalam berbagai penelitian medis modern yang menunjukkan bahwa puasa tidak memberikan efek merugikan pada jantung, paru, hati, ginjal, dan organ vital lainnya dalam tubuh manusia.



Puasa juga didefinisikan sebagai pantangan mengonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang dan pendek atau dengan kata lain starvasi (kelaparan) oleh beberapa pakar nutrisi. Namun, dari hasil penelitian yang diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam pada 1960-2009, dilansir dari Kompas.com, menunjukkan hasil yang tidak disangka.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat manfaat luar biasa puasa bagi kesehatan manusia yang tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuan, di antaranya menyangkut kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa puasa Ramadan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein. Selain menurunkan glukosa dan berat badan, secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan.

Hal ini disebabkan salah satunya karena saat berpuasa, usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa makanan yang mengendap.

Makanan yang mengendap inilah yang jika berlebihan akan menimbulkan lemak di perut. Selain mampu menurunkan berat badan, puasa juga berpengaruh terhadap tekanan darah dan kadar gula dalam tubuh.

Kemudian, meskipun banyak anggapan bahwa puasa dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan mudah menjadi sakit, ternyata puasa justru dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kondisi ini berpengaruh besar terhadap sistem imunitas tubuh.

Puasa juga ternyata membuat pikiran menjadi lebih tenang, tapi di sisi lain juga melambat. Uniknya, dari berbagai hasil penelitian, pikiran yang melambat ini justru membuat kita mampu berpikir lebih tajam. Hal ini juga dibuktikan dalam sebuah studi kelompok mahasiswa di University of Chicago yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Hasilnya, terbukti bahwa mereka mampu menyelesaikan berbagai tugas kampus dengan nilai yang memuaskan.

Terakhir, ginjal sebagai penyaring zat berbahaya apa pun dari asupan makanan dan minuman yang kita konsumsi, juga mendapatkan manfaat dari aktivitas puasa yang kita lakukan. Hal ini disebabkan ternyata fungsi ginjal akan semakin optimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1.000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, yang artinya penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif dalam meningkatkan kinerja ginjal tersebut.

Ternyata, selain mendapatkan pahala, berpuasa juga banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR