PRINGSEWU (lampost.co) -- Kelompok bermain (Kober) Cendana di Kelurahan Pringsewu Timur menjadi salah satu lembaga pendidikan informal yang menyediakan akses pendidikan dini secara gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang. Menurut kepala Kober Cendana, Sri Suharti, penyelenggaraan pendidikan tersebut untuk memperluas akses pendidikan dini berkualitas kepada anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu.
Berdiri sejak 2012, menempati gedung yang sangat sederhana dan prasarana yang masih minim jika dibandingkan dengan lembaga PAUD lain, menurut Sri, para guru tetap memberikan pendidikan dini berkualitas dengan menanamkan bekal pendidikan karakter sejak dini.
Suharti menyebut kepada sekitar 25 murid para guru mengedepankan pendidikan karakter dengan enam aspek, yaitu nilai moral agama, kognitif, bahasa, fisik motorik, seni, sosial, dan emosional.
"Kami melihat anak-anak di lingkungan berasal dari kalangan tidak mampu, termasuk anak yatim, dari pada mereka bermain yang terkadang kurang mendapatkan perhatian khusus, kami mencoba memberikan pendidikan secara gratis tanpa dipungut biaya," kata Suharti.
Selain membina karakter siswa melalui pendidikan dalam suasana bermain di sekolah, Suharti menjelaskan untuk mendukung perkembangan karakter dan kecerdasan siswa, pihaknya juga membangun hubungan dengan wali wali murid melalui bina keluarga balita dan menyampaikan pengetahuan seputar pola asuh kepada orang tua. Melalui pola tersebut orang tua akan dapat mengetahui tahapan perkembangan anak sesuai dengan usianya.
"Dalam setiap pertemuan, para guru akan memberikan wawasan dan pengetahuan agar orang tua dapat melihat perkembangan karakter anak. Sebab tidak semua orang tua mampu membangun dan membentuk karakter anak dengan alasan sibuk pekerjaan," ujar Suharti.
Selain itu, Suharti menyebut siswa Kober Cendana tidak hanya diberikan bimbingan dan pengetahuan di kelas oleh para guru, tetapi juga melibatkan berbagai unsur, seperti dalam kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan bekerja sama dengan posyandu dan bidan desa.

Nilai Moral Agama



Di Kober Cendana berbagai kegiatan dilakukan, di antaranya menanamkan pengetahuan moral dan agama kepada para siswa. Suharti menyebut siswa dibimbing menghafal surah-surah pendek Alquran, membaca doa sehari-hari hingga menjalankan ibadah salat.
Penanaman pendidikan karakter tersebut merupakan salah satu kunci mengatasi keterpurukan bangsa, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang andal dan bermoral.
Suharti menyebut dari berbagai penelitian bidang neurologi menjelaskan stimulasi yang dilakukan sejak dini akan membantu anak memunculkan potensi diri dengan maksimal. Untuk itu kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan anak usia dini saat ini sangatlah besar.
Ia berharap lembaga pendidikan yang kini dikelolanya dapat tersebut berkontribusi memberikan akses pendidikan dini berkualitas dengan perbaikan fasilitas yang dapat diperhatikan oleh pemerintah setempat.
"Kami berharap anak-anak bisa terlayani pendidikannya tanpa dengan beban biaya. Semoga kami segera memiliki gedung sekolah yang lebih representatif, agar orang tua pun menitipkan anaknya merasa nyaman," ujar Suharti. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR