BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Puluhan warga yang tinggal di bedeng bedeng Pasar Griya Sukarame sangat berharap bisa bertemu Wali Kota Bandar Lampung Herman HN sebelum penggusuran dilakukan.

Tujuannya tidak lain hanya sekedar ingin mencurahkan isi hati, kegundahan, serta kerisauan karena tidak tahu harus tinggal dimana setelah bedeng bedeng yang sudah berpuluh tahun mereka tempati akan diratakan oleh pemerintah untuk dijadikan Kantor Kejari Bandar Lampung.



Semakin dekat ke hari penggusuran, semakin warga merasa bingung, harus tinggal dimana mereka. Beberapa kali upaya mereka lakukan, mulai dari menyurati, bahkan sampai demo, tapi tak sekalipun mereka mendapat tanggapan langsung dari wali kota.

Warga mengaku mendapat kabar bahwa, Wali Kota Herman HN akan datang ke Pasar Griya Sukarame, Kamis (19/7/2018). Seketika, seluruh warga yang masih bertahan ditempat itu, bersiap. Bukan untuk mendemo, melainkan sekedar untuk menyampaikan isi hati. Apalagi penggusuran sudah ditentukan akan dilakukan Jumat (120/7/2018).

Mereka semua lantas bersiap disisi jalan menunggu kedatangan Wali Kota dengan harapan setelah menyampaikan isi hati, ada jalan keluar dari orang nomor satu di Kota Bandar Lampung itu.

Namun kecewa bukan kepalang, ketika mendapat kabar wali kota tidak jadi datang. Mereka pun satu persatu meski tak sedikit yang masih menunggu berharap Herman HN datang.

Ujang, satu dari puluhan warga yang tinggal ditempat itu mengaku kecewa lantaran Herman HN tak jadi datang. "Padahal kami hanya ingin ngobrol, curhat saja. Tidak mungkin kami demo kalau Pak Herman kesini. Dulu pak Herman pernah datang langsung ke sini ngasih santunan. Kami tidak mungkin lupa dengan kebaikan beliau," kata Ujang.

Sementara itu warga lainnya, Muad menyesalkan sikap pemerintah yang tidak pernah melibatkan masyarakat yang tinggal di Pasar Griya Sukarame dalam membahas persoalan penggusuran ini. Hingga kini mereka bingung mau tinggal dimana jika digusur. "Kalau memang ada penampungan, lokasinya dimana, kan tidak dijelaskan. Kemarin saja pas kami datang ke pemkot, di sana malah melaksanakan rapat tertutup terkait masalah ini," kata dia.

Ditempat lain Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung, Kristin menegaskan tetap akan mengawal warga hingga mendapatkan solusi terbaik terkait penggusuran ini.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR