BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Diduga melakukan hate speech atau ujaran kebencian di sosial media Facebook terhadap Presiden Joko Widodo, warga Pesisir Barat dilaporkan ke Polda Lampung.

Kuasa Hukum Tim Pembela Jokowi bersama Kuasa Hukum Seknas Jokowi Lampung melaporkan akun Facebook Berlin Toni Badri dengan nomor laporan, P LP303/I/2018/SPKT Selasa tertanggal 04 September 2018.



"Iya akun Facebook Berlin Toni Badrin yang pemiliknya Berlin Toni Badrin, kita laporkan ke Polda Lampung," ujar kuasa hukum Tim Pembela Jokowi Hery Rio Saputra, kepada Lampost.co, Kamis (6/9/2018).

Menurut Rio sapaan akrabnya, terlapor dengan sengaja menyebar video Jokowi saat beraksi di pembukaan Asian Games 2018 di akun Facebook Berlin Toni Badrin, disertai status "Serapi-rapinya membungkus pasti akan ketahuan juga. Ngibulinnya sudah naik kelas". Kemudian ditambah komentar, di status tersebut "Tukang ngibul berbungkus moge". Dimana tulisan-tulisan tersebut dimaksudkan menyatakan Presiden Jokowi sebagai pembohong.

"Video tersebut ia sebarkan pada 19 Agustus 2018 dan ramai komentar. Itu kan jelas menjelek-jelekan Presiden, tanpa sumber yang jelas. Tak baik buat demokrasi dan kondisi politik saat ini," katanya.

Sementara terlapor disangkakan dengan pasal yang disangkakan, yakni Pasal 45 Jo. Pasal 28 Ayat 2 UU nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. "Dari pantauan kami, itu bukan akun buzzer atau hoax, tetapi akun asli. Pemiliknya itu bekerja sebagai pendamping desa di Kabupaten Pesibar. Banyak memang postingan di akun Facebooknya, yang negatif tentang Jokowi, tapi akhirnya kami laporkan karena sudah kelewatan," katanya.

Pejabat Sementara Kasubdit II Tindak Pidana Perbankan dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol I Ketut Suryana mengatakan telah menerima laporan dugaan hatespeech atau ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Presiden Joko Widodo. "Iya sedang kami lidik," katanya, Kamis (6/9/2018).

Dalam waktu dekat, pihaknya segera melakukan gelar perkara untuk mendalami laporan tersebut. "Kita gelar, nanti kalau sudah baru ada kelanjutannya apakah terlapor bakal kita panggil, atau langkah lain. Sementara baru saksi pelapor yang kita mintai keterangan," kata Mantan Wakapolres Lampung Selatan itu.

 

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR