BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Mabes Porli menangkap dua pelaku penyebar hoaks server KPU yang telah diseting 57%. Dua pelaku yang dibekuk yakni, EW(30) warga Cibubur, Jakarta Timur, dan RDH (51), warga Gedongair, Tanjungkarang Barat.

RDH sendiri dibekuk Team Penyidik Unit 4 Subdit 1, Dittipidsiber Bareskrim Polri. Pelaku dibekuk berdasarkan laporan nomor LP/B/0348/IV/2019/Bareskrim, tanggal 4 April 2019, dengan pelapor Setya Indra Arifin, Kuasa hukum KPU RI.



"Keduanya ditangkap di kediamannya, pada Sabtu (6/4/2019)," ujar Karopenmas Mabes Polri, Brigjenpol Dedi Prasetyo, Senin (8/4/2019) saat dikonfirmasi Lampost.co

Pelaku RDH yang merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus dokter, dibekuk karena menyebarkan hoaks tersebut menggunakan akun Facebook Rahmi Zainudin Ilyas, sedangkan pelaku EW menggunakan akun Twitter @ekowBoy.
Akun Facebook bernama Rahmi Zainuddin Ilyas mengunggah informasi, Ia menggunggah video yang berjudul "Wow server KPU ternyata sudah Disetting 01 menang 57% tapi Jebol Atas Kebesaran Allah Meskipun Sudah Dipasang 3 Lapis".
Dalam unggahan tersebut disertakan caption, "Astaghfirullah, semua terbongkar atas kebesaran dan kekuasaan serta kehendak Allah semata".

Muncul juga informasi yang beredar demikian, "Breaking New! Pak Wahyu mantan staf Jokowi di Solo bongkar server KPU di Singapura udah setting kemenangan 01 57%!!!, Jebol salah satu dari 7 servernya. Sebarkan. Viralkan".
Namun dari pemantauan Lampost.co, postingan tersebut sudah tidak ada, dan postingan terakhir tertanggal 3 Maret 2019. Pada akun tersebut memang gencar menyebarkan informasi diduga hoaks, dengan kata-kata atau foto yang menjelekan salah satu Paslon tertentu.

"Aparat masih melakukan pendalaman terhadap dua pelaku tersebut, apa jaringan buzzer sistematis, atau hanya menshare saja," katanya.
Mabes polri masih melakukan pengejaran terhadap, dua buzzer lainnya, yang berstatus DPO. "Masih kita kejar pelaku lainnya," 

Sementara Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Panda, hanya bisa membenarkan namun tak mengetahui secara spesifik perkara tersebut.
"Tim ini memang dari Mabes Polri, ada upaya tindakan hukum dari detailnya semua sudah ditangani Bareskrim.  Jadi bahwa memang bener ada kegiatan dari Bareskrim melakukan penangkapan pelaku penyebar hoaks. Penangkapan di Lampung detail kami tunggu hasilnya karena langsung dibawa ke Bareskrim Mabes dan langsung cepat di sana," katanya.
Terpisah Plt Kasubdit V Cyber crime Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Rahmat Mardian mengatakan Penindakan tersebut merupakan ranah mabes Porli, Polda Lampung hanya dimintai pendampingan soal pencarian lokasi atau rumah pelaku. "Pelaku juga sudah dibawa ke Mabes Polri," katanya. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR