JAKARTA (Lampost.co)--PT Siam Cement Group (SCG ) Indonesia bertekad menjadi salah satu pendorong utama dalam penerapan konsep Ekonomi Sirkular di Indonesia.
Pada Senin (24/6/2019), Tim SCG mengunjungi SDN 01 Karet Kuningan untuk membagikan pengetahuan dan penerapan konsep Ekonomi Sirkular dalam kehidupan sehari-hari.
Bekerja sama dengan organisasi non profit, Circulaction, SCG menggelar gerakan #KitaPilah dengan mengajak memilah-milah jenis -jenis sampah dan memasukkanya ke tempat yang telah disediakan.

"Kami berkomitmen menerapkan Sirkular Ekonomi di seluruh wilayah SCG beroperasi," kata President Director PT Siam Cement Group (SCG ) Indonesia Pathama Sirikul .



Menurut dia, Konsep Ekonomi Sirkular sangat penting karena
dapat membantu memecahkan masalah makin berkurangnya SDA.
Konsep ini menekankan pada Make-Use-Return yang dapat menjaga kelestarian  SDA dan menggunakannya kembali dengan cara paling efisien yaitu menciptakan sistem dimana limbah dapat masuk kembali ke rantai pasokan.
Dengan demikian SCG telah mengadopsi konsep ini dan mendorong setiap sektor untuk berkolaborasi bersama  dalam rangka menghasilkan dampak besar di skala yang lebih besar pula.
SCG bekerja sama dengan sektor swasta, komunitas, dan akademisi untuk program Indonesia Partnership on Plastic Waste Management. 
Tujuannya membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah sampah plastik  hingga 70 persen di tahun 2025
"Kolaborasi ini terbuka bagi siapapun sebab kami tidak mungkin berjalan sendiri," katanya.

Brand and Communications Assistant Manager, Chitra Primandhana mengatakan acara yang digelar Circulaction merupakan  bentuk kesadaran bila jumlah sampah saat ini semakin banyak. Ini penting untuk menerapkan Circular Economy.
#KitaPilah ini adalah gerakan untuk memilah sampah plastik yang nantinya akan didaur ulang dan memiliki nilai jual, maka perlu disosialisasikan kepada generasi muda," katanya.

SDN 01 Pagi merupakan sekolah pertama untuk sosialisasi gerakan #KitaPilah. Namun tidak menutup kemungkinan program ini akan diperluas ke beberapa sekolah lainnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR