KALIANDA (Lampost.co) -- Air Way Pisang Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mulai mengering. Hal itu disebabkan kemarau, yang beberapa pekan ini tidak turun hujan. Akibatnya, petani di wilayah tersebut ketar-ketir kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi lahan sawah mereka.
Rusmini (51), petani asal Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, mengaku mulai khawatir untuk mendapatkan pasokan air, baik dari saluran irigasi maupun Way Pisang. Padahal, tanaman padi miliknya masih membutuhkan pasokan air yang banyak.
"Sumber air yang selama ini menjadi andalan dari petani adalah melalui saluran irigasi. Sayang, jumlahnya terbatas sehingga petani harus mencari sumber lain, seperti menyedot dari sungai maupun mengebor di lokasi yang tidak jauh dari lahan pertanian," kata dia, Jumat (15/9/2017).
Menurut dia, pada saat musim tanam gaduh ini petani setempat harus menghadapi kemarau yang mengakibatkan sumber air mengering. "Memang hujan sudah lama enggak turun. Ditambah dengan petani menyedot air dari sungai secara serentak," kata Rusmini.
Pelaksana tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Palas Reo Vahlevi menerangkan untuk mengatasi berkurangnya debit air di Way Pisang, pihaknya telah menjadwalkan pembagian air dari Bendungan Simpang Kenaat, Desa Sukaraja. "Kami sudah kirimkan jadwal kepada aparat desa yang dilintasi Way Pisang. Dalam waktu satu pekan, kami beri waktu empat hari. Hal ini bertujuan agar air yang ada di sungai bisa terbagi secara rata," ujar dia.

 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR