KALIANDA (Lampost.co)--Polres Lampung Selatan bersama relawan literasi Perahu Pustaka Bakauheni membantu warga Pulau Rimau Balak, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan yang kesulitan air bersih sejak satu bulan terakhir. 
“Kami merasa terpanggil untuk membantu kebutuhan pulau rumah balak akan air bersih. Karena itu, dengan bantuan relawan Perahu Pustaka, kami telah membantu warga kepulauan itu sekitar 1 ton air bersih, pada Kamis (19/4) sore kemarin,” kata anggota Satpolair Polres Lampung Selatan Bripka Agung Gede Asmarajaya kepada Lampost.co, Jumat (20/4/2018).
Menurut dia, air sumur di pulau Rumah balak bukan kering, tapi keruh, sehingga untuk mendapatkan air bersih mereka harus membeli ke Bakauheni ataupun ke dusun Keramat, desa Sumur yang ditempuh sekitar 20 menit dengan perahu motor.
“Mungkin kami akan membantu kembali kebutuhan warga pulau rimau tersebut,” ujar anggota kepolisian yang juga penggiat literasi Jangkar Pustaka tersebut. 
Sementara warga pulau Rimau Balak mengaku sangat terbantu dengan bantuan Satpolair dan Perahu Pustaka.
“Setidaknya bantuan tersebut dapat  memenuhi kebutuhan akan air bersih selama 1 atau dua hari,” kata Nuriman (48),warga pulau pulau Rimau Balak.
Warga lainnya, Syahri menceritakan warga kepulauan merasakan kesulitan mendapatkan air bersih sudah sebulan terakhir ini.
Ia bersama puluhan warga lainnya  terpaksa membeli air galon untuk minum dan memasak ke Bakauheni atau ke PPI Keramat di Desa Sumur.
“Air di dua sumur yang biasa kami gunakan untuk masak dam minum, airnya keruh dan tidak bisa digunakan lagi, kecuali hanya untuk mencuci. Untuk itu, kami  terpaksa membeli air bersih galonan di warung. Tapi kalau tidak ada, terpaksa membeli ke darat (Bakauheni atau PPI Keramat, desa Sumur),” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Bendahara desa Sumur I Made Bomantara mengaku belum tahu jika warha pulau rimau balak kesulitan air bersih.

“Kami malah baru dengar. Kalau memang sulit air bersih nanti akan kami diskusikan dengan kepala desa dan Kadus Pulau Rimau Balak,untuk mencari solusinya,” katanya.
Sebenarnya, ujar dia, pemerintahan desa Sumur pernah membangun dua unit sumur bor di pulau tersebut, namun saat ini kondisinya rusak. Selain sumur bor,  pulau rumah balak juga pernah mendapat bantuan alat netralisir air laut menjadi air layak minum. Namun lagi lagi bantuan tersebut tidak parah.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR