BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sosialisasi oleh Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung bahwa siswa sekolah yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) dilarang membawa kendaraan bermotor sudah kerap dilakukan, tapi masih saja ditemukan sejumlah anak sekolah yang mengendarai sepeda motor.

Pemantauan Lampost.co di jalan Raden Intan dekat Tugu Adipura, Bandar Lampung, puluhan pelajar SMA yang masih menggunakan seragam sekolah, terlihat mengendarai sepeda motor. Usai diberhentikan, seluruh siswa tersebut sama sekali tidak memiliki surat Izin mengemudi (SIM).



Rata-rata alasan mereka membawa kendaraan pribadi karena jarak rumah dengan sekolah cukup jauh, dan juga ada yang memang diizinkan oleh orang tuanya.

Kanit Laka Satrlantas Polresta Bandar Lampung, Ipda Jahtera menyayangkan masih banyaknya siswa-siswi sekolah yang menggunakan kendaraan roda dua, padahal belum memiliki SIM.

"Ini kan kami (red Satlantas) sudah keliling ke sekolah sosialisasi pentingnya berkendara, dan batasan umur, tapi masih saja tiap hari anak sekolah pada bawa motor," katanya saat dijumpai di Jalan Raden Intan, Selasa (10/10/2017).

Selain melanggar aturan, keselamatan mereka juga terancam karena bahaya berkendara ketika belum cukup usia, dan juga belum memiliki kemampuan mengemudi yang mumpuni, serta rata-rata tidak menggunakan helm.

"Saya bingung kenapa ini orang tuanya ngizinin, sekolah juga ngebiarin aja," katanya.

Risca Ayu siswa kelas XI SMA Tamn Siswa mengatakan dirinya mengendarai sepeda motor karena, jarak rumah yang cukup jauh, serta tidak ada sanak keluarga yang sempat mengantarnya.

"Ia saya belum punya SIM,  tapi gimana geh enggak ada yang bisa anterin, mama saya aja enggak bisa naik motor, saya yang anterin kemana-mana," kata siswi tersebut ketika ditilang.

Bahkan  terlihat siswa SMP pun mengendarai sepeda motor, Ferdi siswa kelas IX SMPN 1 Bandar Lampung, juga kedapatan mengendarai sepeda motor, usianya yang baru 15 tahun dipastikan belum memiliki SIM. "Soalnya saya enggak ada yang nganterin ke sekolah," kata Ferdi.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR