GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Satuan Tugas (Satgas) Keamanan dan ketertiban (Kamtib) Kanwil Kemenkumham Lampung menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Lapas Gunungsugih, Selasa (8/5/2018). 

Hasilnya, masih ditemukan sejumlah ikat pinggang, korek api gas, dua buah HP dan kartu remi. Padahal beberapa bulan terakhir sudah rutin dilakukan razia dan belum lama ini ratusan benda hasil sitaan dimusnahkan. 
Sidak yang dilakukan Satgas Kamtib Kanwil Kemenkumham sebagai langkah cepat menindaklanjuti arahan Menteri Hukum dan HAM yang diutarakan dalam rapat terbatas. Arahan tersebut yaitu setiap petugas harus memastikan lapas dan rutan bersih dari handphone, pungutan liar dan narkoba (Halinar).
Kepala Divisi Pemasyarakatan Lampung, Edi Kurniadi, mengumpulkan Satgas Kamtib Lapas Gunung Sugih untuk menggelar sidak Halinar di Blok Hunian untuk memastikan tidak ada benda terlarang dalam lapas.
Kadiv Pemasyarakatan, Edi Kurniadi, menyampaikan bahwa pemberantasan  Halinar adalah harga mati.
"Bebas Halinar harga mati. Tidak ada toleransi bagi siapapun yang terlibat dalam penyelundupan barang terlarang dalam lapas baik petugas, napi maupun masyarakat. Semua akan ditindak tegas dan diserahkan kepada kepolisian," terang Edi.
Sesuai perintah Kadiv Pemasyarakatan, Kalapas Gunungsugih sudah memberi berbagai fasilitas agar tidak terjadi penyimpangan. Sudah disiapkan Wartelsus PAS untuk pemberantasan HP, layanan berbasis TI secara online untuk menghindari pungli, penguatan penjagaan pintu utama untuk antisipasi barang masuk.
"Sekarang tinggal bagaimana kesadaran masyarakat, integritas petugas dan kemauan berubah para narapidana," kata Edi.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sugih, Syarpani berjanji akan terus mendukung upaya pemberantasan Halinar dalam lapas.
"Kami konsisten terhadap getting zero to Halinar. Kami tidak main main," ujarnya.
Mengenai benda-benda terlarang yang masih ditemukan, telah disita untuk dimusnahkan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR