SAMPO biasanya digunakan untuk memperindah rambut atau juga sekaligus menyehatkan dengan membunuh kutu. Namun jika samponya sekaligus racun serangga atau pestisida?? 

Na layau seno. Lain hak aga nyihatko badan, aga nyadang ana (Nah kacau itu. Bukannya menyehatkan, justru merusak).



Seperti kejadian di Tiongkok. Seorang dokter di Tiongkok terpaksa mencukur habis rambut pasiennya yang menggunakan pestisida untuk keramas. Akibatnya, rambut pasien yang dirahasiakan namanya tersebut penuh dengan zat racun.

Dilansir dari laman South China Morning Post usai keramas pestisida, pria itu merasakan berbagai gejala. Seperti berkeringat dan menggigil dan dia mencoba keramas lagi untuk menghilangkan pestisida itu.

Temon do ana, acak tumpak dokter sai nyancan. Kik begeluk mandi di halian, wat-wat gawoh (Betul itu, lebih baik langsung ke dokter yang megang. Kalau tidak langsung mandi di sungai, ada-ada saja). 

Karena masih merasakan berbagai gejala, pria itu kemudian mencari perawatan ke Rumah Sakit Tradisional Yunnan.

"Dia mencoba membasuh rambutnya dengan air dan cuka. Namun, dalam situasi itu, apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan," kata Wakil Direktur Unit Gawat Darurat, Wu Ying.

Namun, dia tidak menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan jika seseorang melakukan kesalahan seperti yang dialami pria asal Yunnan itu.

Dokter kemudian mengobati pria itu dari keracunan dan mencukur rambutnya untuk menghapus residu yang tersisa. "Kami menggunakan pencukur sekali pakai. Beberapa dokter memotong rambutnya dengan gunting dan kemudian mencukurnya," ujar dia.

Saat ini, pria tersebut sudah sembuh total setelah dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

DDVP merupakan pestisida yang biasa dipakai untuk rumah tangga dan industri. Senyawa itu sudah dilarang penggunaannya oleh Uni Eropa sejak dua dekade lalu.

Alasannya, racun pestisida memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Di Tiongkok sendiri, DDVP juga dilarang di sejumlah kawasan seperti Guangzhou. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR