KESALAHAN penulisan tentu akan membuat salah persepsi orang yang membaca atau mendengar apa yang dibaca. Apalagi jika salah tulis itu wilayah administrasi negara.

Na layu aga pekhang do jadi ni kik salah kheno (Nah... kacau bakal perang jadinya kalau salah begitu).



Seperti kejadian di pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong-un di Singapura. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sempat membuat kekeliruan dalam transkrip konferensi pers. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut lokasi konferensi pers ada di Singapura, bagian dari Malaysia.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 13 Juni 2018, kini tulisan “Malaysia” di belakang kata “Singapura” tersebut telah dihapus. Memang Singapura pernah menjadi bagian dari Malaysia. Namun, sekitar tahun 1965 negara itu melepaskan diri dari Malaysia dan membentuk negara sendiri.

Meski kesalahan tulis tersebut cepat diperbaiki, Kemenlu AS tidak lepas dari cibiran warganet di dunia maya. "Untuk warga Amerika, seluruh dunia adalah Amerika," tulis salah seorang warga Singapura di media sosial Twitter. Bahkan, warganet yang lain menyebutkan bahwa AS mengecewakan Singapura dengan menyebut Negeri Singa itu bagian dari Malaysia.

Payu kidah... dang diulang luwot cakha kuti no. Bang aga ngadu khus negakha. Wat-wat gawoh (Oke deh... jangan diulang lagi kalian. Kok seperti mau mengadu domba. Ada-ada saja).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR