SALAH lokasi memang membuat orang kesal, baik yang mencari lokasi mauapun yang ketempatan. Bahkan, akibatnya bisa bermasalah hukum jika lokasinya beda negara.
Iya muneh, induh hak icicak salah muneh bang aga nyani khibut (Iya juga, entah kalau pura-pura salah ternyata mau memancing keributan). Seperti tim akrobatik Angkatan Udara Swiss mengejutkan warga di sebuah kota kecil di negara itu lewat aksi manuver di udara. Masyarakat terkejut karena tidak pernah mendapat pemberitahuan sebelumnya. 

Seperti disiarkan dari BBC, skuadron akrobatik Patrouille Suisse dijadwalkan beraksi di langit Langenbruck untuk mengenang tokoh perintis dunia penerbangan Swiss. Namun mereka malah terbang di Kota Mumliswil, yang pada saat itu tengah menggelar festival menyanyi. Payu kidah, mujokh salah khang mak dok halni. Wat-wat gawoh (Untung salah tempat yang tidak ada masalahnya. Ada-ada saja).  



Juru bicara Kementerian Pertahanan Swiss meminta maaf atas kesalahan tersebut. Kepada surat kabar Nueu Zurcher Zeitung, ia mengatakan pesawat jet tempur F-5E Tiger II tidak dilengkapi dengan teknologi sistem pemosisi global (GPS). Kesalahan diketahui pemimpin skuadron saat dirinya melihat tenda yang biasa digunakan dalam Festival Yodelling. Ia pun menyadari hal tersebut, dan mengarahkan timnya ke lokasi yang benar. Kota Mumliswil terletak sekitar enam kilometer dari Langenbruck.

Meski tim akrobat melakukan kesalahan, warga Kota Mumliswil mengaku tidak keberatan dan menikmati pertunjukan yang tidak disangka-sangka itu. Patrouille Suisse adalah tim akrobatik profesional, sama seperti Red Arrows di Inggris atau Blue Angels di Amerika Serikat. Mereka dijadwalkan tampil di udara dalam memperingati 100 tahun kematian Oskar Bider.  Bider adalah pilot pertama yang terbang di atas Pegunungan Alpen dari dua arah. Aksi tersebut dilakukannya pada 1913 saat pria kelahiran Langenbruck itu berusia 22 tahun.
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR