BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 2 Herman HN - Sutono enggan menandatangani berita acara hasil rekapitulasi suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Pihaknya menganggap Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tidak kapabel.

Saksi Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 2 Herman HN - Sutono, Endro S Yaman mengatakan bahwa dalam proses Pilkada Lampung 2018 penuh dengan kecurangan dan money politik yang terstruktur, sistematis dan masif seperti bagi-bagi permen di masyarakat.



"Semua orang tau money politik seperti bagi-bagi permen. Kita menyesalkan karena Bawaslu, Panwas sampai pengawas lapangan seperti tidak kapabel karena tidak bisa menangkap," kata Endro usai rapat pleno di Hotel Novotel Bandar Lampung, Minggu (8/7/2018).

Ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan Lampung ini juga mengatakan bahwa Bawaslu Lampung seperti tidak belajar dari pengalaman Pilkada 2014 kemarin yang kembali terjadi. "Kita juga akan berkoordinasi dengan Bawaslu RI. Kemudian kita juga menunggu proses dari Bawaslu Lampung dan Pansus DPRD Provinsi Lampung mengenai politik uang," kata Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini.

Kemudian juga Saksi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Nomor Urut 2 Herman HN - Sutono, Watoni Noerdin menambahkan bahwa pihaknya menunggu proses tindak pidana money politics yang sedang diproses di Bawaslu Lampung.

"Secara redaksional proses yang berlaku memang sudah kita lewati dan sudah berjalan.  Tapi masalah hasil pilgub kita tidak tandatangani,  ibaratnya,  Fisik sehat, namun rohani sakit," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung ini.

Baca Juga:

Saksi Paslon 1 Tolak Rekapitulasi Suara Nilai Proses Mendapatkan Kemenangan Tidak Benar

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah mengatakan bahwa pihaknya bersama jajarannya melakukan pengawasan dari proses awal sampai saat ini. Ia juga mengatakan semua laporan dan temuan diproses oleh pihaknya. "Dari hasil pengawasan kita, untuk rekapitulasi suara tidak ada pergeseran suara," katanya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR