MEKKAH (Lampost.co)--Sampai hari ke-27 penyelenggaraan ibadah haji 2018, sebanyak 58 jemaah meninggal dunia dengan penyebab penyakit jantung mencapai 33 kasus atau 56,89%.

"Karenanya, dokter spesialis jantung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah bersama Tim Promotif Preventif (TPP) terus melakukan edukasi kepada jemaah berisiko tinggi penyakit jantung," kata Direktur KKHI Mekah Nirwan Satria, Selasa (14/8/2018)



KKHI Mekah berharap, jemaah penderita penyakit jantung bisa tetap sehat jelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina).
"Kita tentu tidak ingin jumlahnya bertambah terus. Oleh karenanya, jemaah yang sudah memiliki risiko tinggi dan dibekali obat dari Indonesia, harus tetap minum obatnya," kata Nirwan.

Meity Ardiana salah satu petugas dari KKHI Mekah mengatakan, meskipun penyakit jantung tidak bisa disembuhkan, namun bisa dicegah dengan menghilangkan pencetusnya.

"Untuk membedakan antara jemaah berisiko dengan yang tidak, mereka ditandai dengan gelang berwarna oranye atau buku KKJH berwarna oranye," kata dia.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR