BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Junai (28), warga Kotaagung, Tanggamus yang ditangkap Satreskrim Polresta Bandar Lampung karena membobol konter handphone Raysa Cell yang terletak di Jalan Pangeran Antasari, Kedamaian Tanjungkarang Timur ternyata bermotif dendam pribadi.

Junai, yang juga seorang pedagang pecel lele menggunakan ruko dan bersebelahan dengan konter handphone milik korban yakni Raden Saputra. Pelaku mengaku kesal karena korban enggan memberikan bayaran patungan untuk perbaikan jetpump yang rusak. Jetpump tersebut untuk kebutuhan air, ia dan korban yang bisnisnya saling bersebelahan.



"Dia enggak mau keluar duit buat benerin air, padahal kita pakai sama-sama. Saya keluar yang Rp500 ribu, makanya saya kesal," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (14/8/2018).

Buntut kekesalannya, ia nekat membobol konter tersebut dan menggondol uang Rp70.450.000 yang berasal dari laci kasir dan lemari konter tersebut. Modusnya, dengan cara masuk dari plafon tempat usahanya, lalu naik menyelinap dan membongkar plafon Raysa Cell.

"Saya juga tutup CCTV pakai celana basket supaya enggak kelihatan," katanya.

Usai menggondol uang tersebut, ia hanya mengantongi uang Rp3.850.000, sedangkan sisanya diberikan kepada adiknya yang berinisial EJ untuk dibawa kabur.

"Belum saya pakai, uangnya saya kasih adek saya," katanya.

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Cahyono mengatakan pelaku diamankan di tempat usahanya yang memang bersebalahan dengan lokasi kejadian.

"Kami olah TKP dan ada kejanggalan. Petunjuk dapat mengarah ke dia, dan kita amankan keesokan hariannya 21 jam berselang kejadian," katanya.

Selain itu, Harto juga melakukan pengejaran kepada adik pelaku yang menerima uang tersebut. "Pelaku kita jerat Pasal 363 KUHP, tentang curat dengan ancaman pidana 7 tahun penjara," katanya.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR