BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sidang perkaraka kasus pembunuhan yang dilakukan Ajely Yansyah alias Riyansyah (22), yang dilakukan terdakwa terhadap korban Erik Handoko pada 28 Januari 2018, masuk dalam tahap mendengarkan keterangan terdakwa.
Dalam keterangan terdakwa di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Rabu (16/5/2018), pembunuhan itu ia lakukan lantaran kesal karena dimitai uang secara paksa oleh korban. Menurutnya, korban selalu berbuat hal demikian terhadapnya meski dia mengaku tidak memiliki uang.

"Saya ditege (dipalak) dimintai uang, karena emosi saya ambil pisau dari rekan saya kemudian saya tusukkan. Saya sakit hati diperlakukan sperti itu," katanya.
Hakim Ketua Jhoni Butar Butar menanyakan apakah terdakwa menyesal atas perbuatan yang dilakukannya, terdakwa lantas menjawab menyesal, karena pembunuhan itu hubungan keluarga tidak bagus lagi.
"Saya menyesal karena pembunuhan ini hubungan keluarga tidak bagus, saya juga menyesal sudah menghilangkan nyawa orang lain," katanya.
Jaksa Penuntut Umum Eka Aftarini dalam surat dakwaannya mengatakan, kejadian berawal pada hari Minggu tanggal 28 Januari 2018 sekira pukul 02.30 WIB di Jalan Raden Saleh Kesuma Yuda Kampung Pampangan, Sukarame Il, Telukbetung Timur, Bandar Lampung. 
Saat itu terdakwa datang menemui saksi Muhidayat saksi Fahri Aji, saksi Ahmad Apriandi Alias JML. saksi Diki Ramadoni saksi Sarim dan saksi Parulina yang sedang main kartu gaple, kemudian saksi Parulina meminta terdakwa untuk membeli rokok. Namun Hampir sejam terdakwa pergi beli rokok tidak kunjung kembali karena saat itu terdakwa sedang dimintai uang oleh korban dan teman-temannya jika uang tidak diberikan terdakwa akan dipukuli.
"Terdakwa yang saat itu sudah mulai kesal dengan perlakuan korban Erik Handoko dan teman-temannya, karena sehari sebelumnya sempat cekcok dengan terdakwa," kata Jaksa.
Kemudian terdakwa beralasan minta waktu untuk mencari pinjaman uang kepada keluarganya sambil mencari cara agar bisa terlepas dari ancaman korban Erik dan teman-temannya. Karena sudah malam terdakwa tidak dapat pinjaman uang dari keluarganya,  lalu terdakwa datang bersama dengan korban Erik menemui saksi Muhidayat dan teman-temannya yang masih main kartu gapla untuk pinjam uang, kata Jaksa.
Terdakwa datang menemui saksi Muhidayat sedangkan korban Erik Handoko menunggu ditempat wudhu musala. Saat itu terdakwa sempat membisikan kepada saksi Muhidayat bahwa dia ingin pinjam uang kalau tidak ada ia mau dipukuli oleh korban sambil menunjuk ke arah korban Erik.
Terdakwa meraba-raba pinggang saksi Muhidayat untuk mengambil pisau yang bisa dibawa saksi dari panen durian untuk menghabisi korban Erik dengan menusuknya. Korban terjatuh sementara terdakwa melarikan diri.

PENULIS

Febi Herumanika

TAGS


KOMENTAR