KALIANDA (Lampost.co) -- Pelaku penculikan Yusuf alias Sugeng mengaku sakit hati terhadap sekolah, sehingga tega menculik empat orang siswi dan siswa SMP Yayasan Pendidikan Bakauheni ( YPB).

Pengakuan sakit hati itu di sebabkan sudah dua bulan menjadi guru honorer di sekolah tersebut belum diangkat secara resmi. "Saya sakit hati karena belum diangkat resmi menjadi guru," kata dia, usai press rilis, di Mapolres Lampung Selatan, Sabtu (20/1/2018).



Selain itu, tersangka mengaku pihak sekolah tidak pernah mau menganggarkan kegiatan ekstra kurikuler.
"Tambah sakit hati karena sekolah tida mau keluarkan anggran untuk kegiatan eskul," kata guru pendidikan jasmani tersebut.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan mengatakan empat siswa yang menjadi korban penculikan dalam keadaan selamat dan sehat.
"Setelah sampai, langsung kami bawa ke rumah sakit untuk mengecek kondisinya. Semuanya sehat tidak ada penganiayaan atau kekerasan yang dialami," katanya.

Mantan Kapolres Pesawaran itu menjelaskan keempat korban dibawa tersangka di kamar indekosannya di daerah Grogol, Cilegon, Banten, selama sepekan. Selama sepakan mereka tidak boleh keluar tapi tetap diberi makan oleh tersangka."Mereka mau ikut karena diajak mengikuti perkemahan di Cibubur. Uang untuk makan berasal dari uang milik korban yang dirampas tersangka," kata dia.

Terendusnya lokasi tersangka, karena salah satu korban sempat mengirim pesan melalui telepon genggam kepada orang tuanya. "Sebelum disita tersangka, salah satu korban sempat kirim SMS," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres menyerahkan empat korban yang terdiri dua perempuan dan dua laki-laki kepada keluarganya masing-masing di halaman Mapolres setempat. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR