JAKARTA (Lampost.co)--Zulkifli Nurdin, Gubernur Jambi periode 1999-2005 dan 2005-2010, tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Zulkifli sedianya diperiksa kasus gratifikasi yang menjerat anaknya, Zumi Zola.
"Yang bersangkutan sakit," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (25/5/2018).
Selain Zulkifli, KPK telah memeriksa orang-orang terdekat Zumi Zola. Kemarin, KPK memeriksa adik Zumi, Zumi Laza. Sebelumnya, Komisi juga sudah memintai keterangan istri Zumi Zola, Sherin Tarina, dan ibunya, Hermina.
Zumi Laza diperiksa lantaran diduga mengetahui penerimaan gratifikasi yang menjerat kakaknya. Sementara istri dan ibunda Zumi dikonfirmasi soal kepemilikan sejumlah aset. Sebagian aset milik politikus PAN itu diduga didapat dari hasil gratifikasi.
KPK menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola bersama Plt Kadis PUPR Jambi Arfan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi senilai Rp6 miliar. Zumi Zola dan Arfan diduga kuat 'memalak' sejumlah pengusaha dengan dalil izin sejumlah proyek di Pemprov Jambi.
Fulus gratifikasi yang diterima dari sejumlah proyek itu disiapkan Zumi Zola sebagai 'uang ketok' agar DPRD Jambi memuluskan APBD Jambi Tahun Anggaran 2018.
Zumi Zola dan Arfan disangkakan Pasal 12 huruf B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR