PADA era globalisasi dan digitalisasi yang melanda dunia, masih banyak masyarakat yang peduli dengan masalah kemaslahatan, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga masalah yang ada di masyarakat. Salah satunya yang dilakukan komunitas Sahabat Peduli Lampung (SPL), yang konsisten bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan.

Bendahara Komunitas SPL Estining Gustina mengungkapkan meski baru berdiri sejak 18 Mei 2019, SPL telah sepakat dan konsisten dalam melaksanakan kegiatan sosial yang ada di lingkungan masyarakat.



Berawal dari beberapa komunitas dan juga organisasi yang berpartisipasi membantu warga kurang mampu, sejak itu mereka bersepakat agar bisa menjadi wadah organisasi sosial bernama Sahabat Peduli Lampung (SPL). Organisasi ini diprakarsai oleh Anton, Estining, Wawan, Erly, Prabu, dan Ani.

"Komunitas kami awalnya tidak fokus bergerak di kegiatan sosial. Namun, mulai dari sana kami dipertemukan dan kami duduk bersama membuat sebuah kesepakatan agar bisa bersama dalam satu wadah organisasi sosial," ujarnya.

SPL tidak hanya fokus pada satu jenis kegiatan sosial, tetapi fleksibel dan kondisional. SPL lebih mengedepankan sesuatu yang dirasa itu layak dibantu, baik itu anak yatim, orang tua jompo, penderita penyakit langka, dan masih banyak yang lainnya.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh SPL selama ini adalah melakukan bedah rumah untuk rumah tangga miskin (RTM) yang sangat tidak mampu serta mengunggah kasus-kasus penyakit langka ke media sosial dengan mengutamakan warga tidak mampu.

 

Donatur

Menurutnya, walaupun donasi belum didapatkan, SPL telah memiliki kas yang bersumber dari para donatur dan juga sukarelawan dari seluruh anggota SPL. Kemudian, dalam waktu dekat SPL kembali mengadakan bedah rumah yang ketiga di Kecamatan Seputihbanyak, Lampung Tengah.

Esti juga menerangkan saat ini anggota SPL telah mencapai 34 anggota aktif. Sesuai dengan visi mereka yakni membantu meringankan keluarga miskin yang membutuhkan bantuan atau uluran tangan.

"Misi kami ingin mengetuk hati masyarakat dan dermawan untuk lebih peduli, terutama di bidang sosial serta meningkatkan rasa kegotongroyongan masyarakat."

Menurutnya, dengan bergabung di SPL banyak manfaat yang bisa dirasakan. Salah satunya menjadi pribadi yang lebih peduli kepada masyarakat yang lebih membutuhkan sesuai dengan salah satu misinya yakni meningkatkan kegotongroyongan terhadap mereka yang membutuhkan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR