MASIH ingat dengan Wiro Sableng? Saya tentu masih ingat. Film ini saya tonton saat masih sekolah dasar di kampung, sekitar tahun 1990-an. Untuk menonton film ini, saya harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer lantaran tidak semua orang memiliki televisi, hehe....

Dulu, film ini kalau tidak salah tayang setiap hari Minggu siang. Keesokan harinya (Senin), kita kembali bertemu di sekolah, bukanya menceritakan pelajaran, teman-teman malah cerita Wiro Sableng episode kemarin. Tidak sedikit juga mereka ada yang sambil mempraktikkan jurus kunyuk melempar buah dan jurus mabuk. Ah, ada-ada saja mereka!



Tidak sampai di situ, ada juga teman yang kakinya patah karena terjatuh dari pohon akibat memperagakan jurus pemilik kapak maut naga geni 212 itu. Kasihan....

Nah, kini film ini akan kembali hadir di tengah masyarakat, tentunya dengan versi dan pemain baru. Awalnya, saya ragu apakah film ini mampu menandingi film terdahulu. Aku pun mencari-cari informasi hendak melihat sinopsis dan pemain-pemain intinya.

Pada abad ke-16, Wiro Sableng (Vino G Bastian), seorang pemuda, murid dari pendekar misterius bernama Sinto Gendeng (Ruth Marini), mendapat titah dari gurunya untuk meringkus Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), mantan murid Sinto Gendeng yang berkhianat.

Dalam perjalanannya mencari Mahesa Birawa, Wiro terlibat dalam suatu petualangan seru bersama dua sahabat barunya: Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi).

Pada akhirnya, Wiro bukan hanya menguak rencana keji Mahesa Birawa, melainkan juga menemukan esensi sejati seorang pendekar.

Jika dulu di dalam sinetronnya sosok Wiro dibintangi oleh Ken Ken, kini Vino G Bastian dipilih membintangi sang pendekar sableng. Selain beda pemain, kapaknya juga dibuat berbeda. Tidak seperti film Eropa yang dibuat dari besi tempa, senjata pamungkasnya itu memiliki tekstur keris dengan ukiran bernuansa Jawa dan Sumatera.

Tengah dan ukiran pinggirnya itu representatif dari pukulan-pukulan Wiro Sableng. Tengahnya itu sinar matahari, kiri dan kanannya ada jurus ombak dan angin. Akhir bulan ini, film yang digarap oleh Lifelike Pictures dan Fox International Productions tersebut sudah mulai tayang. Semoga ada yang ngajak nobar. Maaf, keceplosan....

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR