JAKARTA (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis jika dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Bloomberg Jumat 18 Agustus 2017 mencatat, rupiah melemah ke posisi Rp13.368 per USD jika dibandingkan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.358 per USD.



Selang beberapa waktu kemudian, pergerakan rupiah kembali menguat tipis hingga mencapai delapan poin atau menguat ke Rp13.366 per USD yang setara 0,06 persen.

Adapun rentang gerak mata uang Garuda pada pagi ini berada di Rp13.365-Rp13.370 per USD. Sementara year to date (ytd) return rupiah tercatat sebesar -0,77 persen.

Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di level Rp13.361 per USD. Gerak rupiah ini melemah 12 poin atau setara 0,09 persen.

Sebelumnya, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diprediksi melemah seiring dengan menurunnya gerak saham bursa global. "IHSG kami estimasikan bergerak melemah seiring pelemahan bursa global," demikian disampaikan tim analis Samuel Sekuritas dalam hasil risetnya, Jumat 18 Agustus 2017.

Selain itu, tambah analisa tersebut, saat ini investor domestik masih berfokus terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, yang menyiratkan optimisme pemerintah terhadap ekonomi tahun depan.

"Sebagian pelaku pasar berharap pemerintah lebih realistis, sebab tantangan ekonomi tahun depan masih berat. Rupiah diperkirakan flat hari ini tetap bergerak di kisaran Rp13.378 per USD," lanjutnya.
 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR