JAKARTA (Lampost.co)--Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (26/4/2018), sore bergerak melemah. Bahkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia tercatat kurs jual dolar AS terhadap rupiah tembus Rp14.000, sementara kurs Rp13.860. Kurs melemah karena pada pagi tercatat Rp13.923 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, mengatakan dolar AS masih berada dalam area positif terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah seiring meningkatnya imbal hasil sejumlah obligasi di Amerika Serikat.
"Pelaku pasar uang masih cenderung meningkatkan permintaanya terhadap dolar AS seiring masih meningkatnya laju imbal hasil obligasi AS," kata Reza.
Ia mengharapkan adanya pernyataan pemerintah melalui Menko Perekonomian, Darmin Nasution yang menyampaikan kurs rupiah akan kembali stabil, serta persiapan pemilu tidak akan menganggu perekonomian nasional, hingga adanya kerja sama BKPM dengan Hong Kong dalam bidang kepariwisataan untuk meningkatkan pemasukan cadangan devisa dapat mendorong rupiah berbalik terapresiasi.
"Diharapkan sentimen dari dalam negeri itu direspons positif pelaku pasar," katanya.
Sementara itu pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova, mengatakan bahwa secara teknikal, ruang penguatan rupiah cukup terbuka setelah nlai tukar domestik itu mengalami depresiasi dalam beberapa hari terakhir ini.
"Selain fundamental ekonomi kita yang bagus, faktor teknikal juga membuka peluang bagi rupiah terapresiasi," kata Rully.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR