Jakarta (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi tercatat menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.776 per USD. Meredanya ketegangan geopolitik secara perlahan terus memberikan efek positif kepada nilai tukar rupiah agar tidak terhempas ke zona merah.

Mengutip Bloomberg, Kamis, 19 April 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka naik tipis ke Rp13.775 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.774 hingga Rp13.779 per USD dengan year to date return di minus 1,63 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah dibuka di Rp13.581 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average menurun 38,56 poin atau 0,16 persen, menjadi 24.748,07 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 2,25 poin atau 0,08 persen, menjadi 2.708,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 14,14 poin atau 0,19 persen, menjadi 7.295,24 poin.

Sebelum bel pembukaan, Morgan Stanley melaporkan pendapatan bersih sebesar USD11,1 miliar untuk kuartal pertama yang berakhir 31 Maret, dibandingkan dengan USD9,7 miliar setahun yang lalu. Setelah rilis hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, saham Morgan Stanley naik 0,04 persen menjadi USD53,26 per saham.

Untuk kuartal saat ini, laba bersih untuk Morgan Stanley adalah USD2,7 miliar atau USD1,45 per saham dilusian, dibandingkan dengan laba bersih USD1,9 miliar atau USD1,00 per saham dilusian, untuk periode yang sama tahun lalu.

Saham United Continental Holdings naik 4,81 persen menjadi USD70,58, setelah perusahaan induk United Airlines menyampaikan hasil kuartalan yang mengalahkan estimasi pasar. Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan, laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal I-2018 akan meningkat 19,2 persen tahun ke tahun.



 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR