Jakarta (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat bergerak di zona hijau atau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.761 per USD. Meredanya ketegangan perdagangan mulai memberikan efek positif terhadap nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 11 April 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp13.752 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.745 hingga Rp13.755 per USD dengan year to date return di minus 1,45 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.542 per USD.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 428,90 poin atau 1,79 persen, menjadi ditutup di 24.408,00 poin. Indeks S&P 500 menambahkan 43,71 poin atau 1,67 persen, menjadi berakhir di 2.656,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 143,96 poin atau 2,07 persen, menjadi 7.094,30 poin.

Kemudian, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD2,09 menjadi menetap di USD65,51 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, bertambah USD2,39 menjadi ditutup pada USD71,04 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sedangkan pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2358 dari USD1,2322 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,4181 dari USD1,4132 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7766 dari USD0,7703.

Sedangkan USD dibeli 107,19 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik ke 0,9567 franc Swiss dari 0,9563 franc Swiss, dan jatuh ke 1,2592 dolar Kanada dari 1,2704 dolar Kanada.



 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR