JAKARTA (lampost.co) -- Mata uang rupiah naik pada penutupan perdagangan hari ini. Mata uang rupiah mengalami kenaikan setelah kemarin juga menguat. Sentimen dalam negeri seperti kenaikan konsumsi domestik yang mendorong pertumbuhan ekonomi memberikan sinyal positif bagi mata uang rupiah.

Bloomberg, Selasa (7/8/2018) mencatat mata uang rupiah naik 36 poin dengan berada pada Rp14.442 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah naik 25 poin dengan berada pada Rp14.435 per USD. Kemudian Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp14.485 per USD.



Indeks dolar diperkirakan menguat di sekitar level 95,0-95,50 terhadap hampir semua mata uang kuat dunia. Hal tersebut masih disebabkan oleh eskalasi perang dagang yang meningkat antara AS-Tiongkok seiring kemungkinan buntunya dialog antara AS-Tiongkok untuk mencegah perang dagang berlanjut ke tahap kedua.

Dolar kembali menjadi save haven dan Yuan kembali melemah sebesar 0,35 persen ke level 6,85/USD pada senin malam. Pelemahan Yuan tersebut mendorong pelemahan rupiah.

Sementara itu, data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh impresif sebesar 5,27 persen (yoy) tertinggi sejak 2013 kemungkinan tidak akan cukup banyak membantu penguatan rupiah hari ini.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR