JAKARTA (Lampost.co)--Mata uang rupiah terhadap dolar AS (USD) diperkirakan akan kembali mencoba bergerak menguat di sepanjang hari ini.

"USD melemah, banyak sentimen positif dalam negeri. Maka itu akan membantu rupiah untuk kembali menguat," ‎kata Analis Senior PT Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada‎, dalam riset hariannya, Selasa (3/4/2018).



Meski demikian, Reza mengimbau investor tetap mencermati dan mewaspadai terhadap sentimen yang membuat mata uang Garuda kembali tertahan kenaikannya dan kembali melemah. Rupiah diproyeksikan akan bergerak di kisaran support Rp13.762 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.745 per USD.

Reza menambahkan nilai tukar rupiah di awal pekan ini mampu kembali tidak menunjukkan pelemahannya yang dalam. Karena, seiring masih melemahnya USD.

Sebagaimana diketahui, rupiah melemah terhadap USD di sepanjang perdagangan Senin, 2 April 2018. Gerak rupiah melemah 25 poin ke level Rp13.753 per USD.

"Hal itu tercermin dari adanya pengumuman tarif dagang oleh Tiongkok terhadap sejumlah barang-barang impor dari AS menekan pergerakan USD, tapi rupiah masih tetap tertekan," jelas dia.

Pelaku pasar, bilang Reza, kembali melepas USD. Sehingga memberikan ruang bagi pergerakan sejumlah mata uang lainnya terhadap USD, termasuk Rupiah yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk menguat. 

Di sisi lain, lanjut Reza, adanya rilis kenaikan inflasi tampaknya tidak terlalu direspon negatif rupiah. Namun, tidak memberikan dampak besar bagi rupiah untuk kembali bergerak ke zona hijau.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR