JAKARTA (lampost.co) -- Mata uang rupiah hampir menembus Rp14.400 per USD pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah tak berhasil menguat meskipun Indonesia alami surplus perdagangan pada Juni.

Bloomberg, Senin (16/7/2018) mencatat mata uang rupiah melemah 16 poin dengan berada pada Rp14.394 per USD. Yahoo melansir mata uang rupiah naik tiga poin dengan berada pada Rp14.370 per USD. Bank Indonesia (BI) merekam mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp14.396 per USD.



Indeks dolar diperkirakan bergerak melemah di sekitar level 94,0-94,6 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama yen. Pelemahan tersebut didorong oleh naiknya surplus perdagangan Tiongkok terhadap AS sebesar 20,8 persen (mom) menjadi USD29 miliar di Juni.

Hal tersebut mendorong kekhawatiran bahwa AS akan semakin membawa Tiongkok ke dalam perang dagang yang lebih dalam. Investor menjadikan yen sebagai save haven di tengah ketidakpastian tersebut.

Selain itu investor semakin mengakumulasi surat utang US treasury jangka menengah dan panjang di tengah ketidakpastian dampak dari perang dagang terhadap ekonomi AS dan mendorong kurva yield US treasury semakin mendatar.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS jelang rilis data neraca perdagangan Juni pada perdagangan Senin yang diperkirakan akan kembali surplus sebesar USD1 miliar. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.290 per USD-Rp 14.350 per USD," kata Samuel Sekuritas.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR